- Penyidik Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional pada Rabu, 3 Juni 2026 sejak dini hari.
- Tindakan hukum dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot pimpinan Badan Gizi Nasional dari jabatannya pada hari yang sama.
- Kejaksaan Agung sedang mendalami dugaan praktik jual beli titik pelayanan program makan bergizi meskipun belum memberikan keterangan resmi.
Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) masih melanjutkan penggeledahan di kantor Badan Gizi Nasional (BGN) hingga Rabu (3/6/2026) sore. Sejumlah penyidik terlihat kembali mendatangi kantor tersebut untuk melanjutkan proses pemeriksaan.
Pantauan Suara.com di lokasi, sekitar sembilan orang berseragam Kejagung tiba di kantor BGN pada pukul 15.25 WIB. Beberapa di antaranya mengenakan seragam bertuliskan Pidsus atau bidang Tindak Pidana Khusus. Rombongan tersebut juga tampak dikawal sejumlah anggota TNI.
Saat melintas di hadapan awak media, para penyidik tidak memberikan keterangan. Mereka hanya tersenyum dan mengatupkan tangan sebelum langsung memasuki lobi kantor BGN.
Sekitar 25 menit kemudian, lima pegawai Kejagung lainnya kembali terlihat memasuki kantor BGN. Berbeda dari rombongan sebelumnya, mereka datang tanpa pengawalan anggota TNI dan juga tidak memberikan komentar kepada wartawan.
Diketahui, penggeledahan di kantor BGN telah berlangsung sejak Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Pada tahap awal, penyidik melakukan pemeriksaan di lantai 2, 3, dan 8 gedung tersebut.
Namun sejak siang hari, aktivitas penggeledahan difokuskan di lantai 2 yang merupakan area ruang pimpinan BGN.
Penggeledahan ini dilakukan hanya beberapa jam setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakil kepala badan tersebut, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.
Sebelumnya, ketiga pejabat tersebut juga dikabarkan telah dimintai keterangan oleh penyidik Kejagung. Meski demikian, hingga kini Kejaksaan Agung belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara yang sedang ditangani.
Belakangan, muncul dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut melibatkan pihak-pihak di lingkungan BGN.
Baca Juga: Bukan Tiba-tiba, Dudung Yakin Prabowo Sudah Lama Punya Niat Copot Kepala BGN
Meski begitu, Kejagung belum memastikan apakah penggeledahan di kantor BGN berkaitan langsung dengan dugaan praktik tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan