- Gejala putus nikotin menjadi hambatan medis utama bagi perokok yang ingin berhenti mengonsumsi rokok konvensional maupun elektrik.
- Indonesia mencatat 70 juta perokok aktif dengan risiko kesehatan serius bagi perokok serta kelompok rentan di sekitarnya.
- Kementerian Kesehatan memperkuat layanan berhenti merokok melalui kampanye nasional, kolaborasi lintas sektor, dan pendampingan klinis tenaga kesehatan.
Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, mengatakan penurunan prevalensi perokok membutuhkan dukungan dari berbagai pihak karena dampak kesehatan dan ekonomi akibat konsumsi tembakau sangat besar.
"Akselerasi penurunan prevalensi perokok di Indonesia merupakan agenda krusial yang membutuhkan komitmen kolektif dari seluruh lintas sektor," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pemerintah terus memperkuat layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) yang kini telah terintegrasi di fasilitas kesehatan primer, termasuk puskesmas.
"Melalui kampanye #SehatTanpaRokok, kami menggandeng sektor swasta dan organisasi profesi medis untuk memastikan masyarakat tidak hanya menerima edukasi bahaya merokok, tetapi juga mendapatkan akses terhadap pendampingan klinis dan farmakoterapi yang tepat," kata Nadia.
Libatkan Tenaga Kesehatan dan Mitra
Sebagai bagian dari kampanye tersebut, Kemenkes bersama sejumlah mitra menggelar Workshop Upaya Berhenti Merokok (UBM) yang diikuti 150 tenaga kesehatan, terdiri dari konselor klinik UBM di puskesmas serta apoteker dan tenaga farmasi.
Pelatihan mencakup berbagai materi mulai dari dampak medis rokok, pendekatan farmakoterapi dan non-farmakoterapi, hingga teknik wawancara motivasional untuk membantu pasien yang ingin berhenti merokok.
Dalam kolaborasi ini, Guardian Indonesia berperan memperluas akses edukasi melalui jaringan apoteker dan tenaga farmasi yang tersebar di berbagai daerah. Guardian Indonesia juga mengambil peran aktif untuk mengamplifikasi kampanye #SehatTanpaRokok ke tingkat komunitas dengan menyediakan ruang edukasi yang inklusif serta memfasilitasi akses solusi kesehatan yang aman bagi masyarakat.
Sementara Kenvue mendukung upaya edukasi terkait terapi pengganti nikotin (Nicotine Replacement Therapy/NRT) sebagai salah satu metode pendampingan bagi perokok yang ingin lepas dari ketergantungan nikotin.
Baca Juga: Rokok Ilegal Akan Makin Bebas Berkeliaran Gegara Aturan Ini
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses terhadap informasi, pendampingan, dan layanan berhenti merokok yang memadai sehingga prevalensi perokok di Indonesia dapat terus ditekan, terutama di kalangan anak dan remaja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
Terkini
-
KPK Sita Deretan Kendaraan Mewah dari OTT Imigrasi Jakbar, Ada Triumph hingga Mercy
-
Selain Mark-up Motor hingga Sepatu MBG, Dadan Cs Diduga Loloskan SPPG Tak Penuhi Syarat
-
Bongkar Gurita Korupsi MBG! Kejagung Temukan Banyak Yayasan SPPG Dadan Cs di Seluruh Indonesia
-
Penampakan Bandara Internasional Kuwait Luluh Lantak Dihantam Drone Iran
-
Donald Trump Beberkan Alasan Maki Benjamin Netanyahu Orang Gila
-
Korupsi MBG, Dadan Hindayana Cs Diduga Mark-up Motor Listrik Rp1 Triliun dan Ribuan Pasang Sepatu
-
Kebakaran Misterius di Sleman: Teror Manusia atau Anomali Alam?
-
Eks Kepala BGN Ditahan Kejagung, Menkum Supratman: Presiden Sudah Berkali-kali Mengingatkan
-
Kronologi Lengkap Korupsi MBG Jerat Dadan Hindayana Cs Tersangka: Mark Up Motor Hingga TV 75 Inch
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!