- Akademi Perempuan NasDem menggelar nonton bareng film "Suamiku Lukaku" di Jakarta pada 4 Juni 2026 sebagai sarana edukasi.
- Kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran publik untuk melawan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak di masyarakat.
- Amelia Anggraini menekankan pentingnya pendampingan korban serta implementasi hukum yang kuat untuk memutus rantai kekerasan domestik secara kolektif.
Dalam konteks inilah keberadaan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT), serta Undang-Undang Perlindungan Anak menjadi sangat penting.
UU TPKS menegaskan bahwa korban berhak memperoleh penanganan, perlindungan, pendampingan, pemulihan, restitusi, dan akses terhadap keadilan.
Sementara UU PKDRT menegaskan bahwa kekerasan dalam rumah tangga bukan persoalan domestik yang dapat didiamkan, melainkan tindak pidana yang harus dicegah dan ditindak.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa kekerasan seksual dapat terjadi di dalam rumah tangga.
Pemaksaan hubungan seksual, pemaksaan aktivitas seksual tertentu, maupun bentuk-bentuk kekerasan seksual lainnya tetap merupakan pelanggaran hukum meskipun dilakukan oleh pasangan sendiri.
Karena itu, implementasi UU TPKS harus terus diperkuat. Mulai dari peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, layanan pendampingan korban, akses bantuan hukum, hingga edukasi publik agar masyarakat semakin memahami hak-haknya dan berani mencari pertolongan.
"Kepada para korban, kami ingin menyampaikan satu hal, Anda tidak sendiri," ujarnya.
"Jangan biarkan rasa takut, rasa malu, tekanan keluarga, atau ancaman pelaku membuat Anda memilih diam. Mencari pertolongan bukan membuka aib. Mencari pertolongan adalah langkah berani untuk melindungi diri dan masa depan," tambah Amelia.
Dia pun menyarankan jika mengalami, melihat, atau mengetahui adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak, segera cari bantuan dan laporkan kepada pihak yang berwenang.
Baca Juga: Cukup Sekali Cerita! Pemerintah Janji Respons 1x24 Jam Laporan Kekerasan Perempuan dan Anak
Untuk pengaduan dan pendampingan awal, masyarakat dapat menghubungi layanan SAPA 129 Kementerian PPPA melalui telepon 129 atau WhatsApp 08111-129-129.
Korban juga dapat mengakses layanan UPTD PPA, kepolisian, maupun lembaga pendamping seperti LBH APIK.
"Menghentikan kekerasan bukan hanya tugas korban. Ini adalah tanggung jawab kita bersama," ujarnya.
"Jangan menormalisasi kekerasan. Jangan menyalahkan korban. Jangan melindungi pelaku. Jangan diam ketika melihat ketidakadilan," tambahnya.Kegiatan nobar film “Suamiku Lukaku” ini merupakan bagian dari rangkaian kampanye yang secara berkelanjutan dilakukan Akademi Perempuan NasDem.
Sebelumnya, pada 6 Mei 2026, Akademi Perempuan NasDem menyelenggarakan nobar film “Semua Akan Lebih Baik Saja” dengan tema Perempuan dan Minoritas yang diikuti kader Akademi Perempuan NasDem serta para Pekerja Rumah Tangga (PRT).
Selanjutnya pada 27 Mei 2026, kegiatan nobar kembali dilakukan bersama sekitar 50 PRT sebagai ruang dialog mengenai pengalaman, kerentanan, dan perlindungan terhadap perempuan pekerja.
Berita Terkait
-
Demi Jalan-Jalan Lepas Penat, Ibu di Bantul Tega Lakban Mulut dan Kaki Balitanya di Kontrakan
-
Cukup Sekali Cerita! Pemerintah Janji Respons 1x24 Jam Laporan Kekerasan Perempuan dan Anak
-
Florida Gugat Sam Altman dan OpenAI, ChatGPT Dituding Membahayakan Anak-anak
-
Corpus Uterus: Menelusuri Rahim, Trauma Sejarah, dan Perlawanan Perempuan
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Bikin Cemas! Penampilan Terbaru Salman Khan yang Tampak Lemah dan Menua Jadi Sorotan
-
Bahlil Optimistis Hidrogen Bakal Jadi Pesaing Kuat Kendaraan Listrik Berbasis Baterai
-
Di Balik Layar Kesuksesan UMKM, Sosok Mantri BRI yang Tak Lelah Mendampingi
-
Efisiensi Pabrik Isuzu Karawang Melahirkan Unit Traga dan Elf Setiap Tujuh Menit
-
Tinggalkan Keluarga 3 Tahun, Ini Alasan Emosional Darije Kalezic Kembali ke PSM Makassar
-
Megawati Singgung Wajah Baru TIM: Dulu Milik Rakyat, Kini Terasa Borjuis
-
Instagram Cristiano Ronaldo Diduga Menyukai Unggahan FIFA Soal 'Bantu' Argentina
-
3 Zodiak yang Diprediksi Menarik Kekayaan Besok 22 Juli 2026, Pintu Rezeki Terbuka
-
Pindar Samir Tumbuh 84% di Semester Pertama 2026
-
Mulai 2027 Bensin Wajib Dicampur Etanol, Demi Kurangi Impor BBM