Suara.com - Sekolah Rakyat di Kabupaten Tasikmalaya ditetapkan masuk dalam nominatif pembangunan tahap ketiga, dengan rencana pelaksanaan konstruksi pada Oktober 2026, setelah pemenuhan kesiapan lahan dan infrastruktur dasar.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara Menteri Sosial Saifullah Yusuf dengan Bupati Tasikmalaya di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Bupati Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, hadir didampingi Kepala Dinas Sosial PPKB P3A Wini, Kepala Dinas PUTRLH Deden Ramdhan Nugraha, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Bonbon Sahroni, serta Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Otong Kusmana.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melaporkan bahwa progres pematangan lahan ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026. Lahan yang disiapkan memiliki luas ±8,23 hektare dan telah memiliki status sertifikasi.
Cecep menyampaikan bahwa lokasi Sekolah Rakyat berada sekitar 300 meter dari jalan provinsi, serta didukung oleh rencana penyelesaian infrastruktur dasar secara bertahap.
“Pematangan lahan ditargetkan selesai pada akhir Juni. Akses menuju lokasi relatif dekat dengan jalan provinsi, dan infrastruktur pendukung saat ini dalam proses penyelesaian,” ujar Cecep.
Adapun infrastruktur pendukung yang sedang disiapkan meliputi akses jalan, jaringan listrik, dan penyediaan air melalui sumur bor. Penanganan akses jalan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan jalan existing sebelum dilakukan penguatan permanen.
Sejalan dengan kesiapan tersebut, Sekolah Rakyat di Kabupaten Tasikmalaya masuk dalam kategori tahap ketiga pembangunan, dengan tahapan awal berupa pematangan lahan dan penyediaan akses.
Tahap ketiga pembangunan dijadwalkan mulai berproses pada Agustus 2026 dan dilanjutkan dengan pelaksanaan konstruksi pada Oktober 2026, menyesuaikan dengan kesiapan teknis di lapangan.
Baca Juga: Temui Wamensos, Tiga Bupati Usulkan Lahan Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pelaksanaan Sekolah Rakyat dilaksanakan melalui mekanisme kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Penjangkauan calon peserta didik dilaksanakan bersama antara pemerintah daerah dan Kementerian Sosial, dengan penetapan akhir oleh kepala daerah,” ujar Gus Ipul.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai fasilitas pendidikan berasrama dengan kapasitas besar, yang dapat menampung sekitar 1.000 peserta didik.
Secara nasional, pembangunan Sekolah Rakyat dilaksanakan secara bertahap di lebih dari 100 titik lokasi. Fasilitas yang dibangun mencakup ruang kelas, asrama, laboratorium, fasilitas ibadah, serta sarana pendukung lainnya.
Di Kabupaten Tasikmalaya, kawasan Sekolah Rakyat juga direncanakan terintegrasi dengan pembangunan rumah sakit pendidikan yang bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran.
Audiensi juga membahas perkembangan data Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), termasuk penyesuaian data serta potensi penambahan kuota pada periode mendatang.***
Berita Terkait
-
Temui Wamensos, Tiga Bupati Usulkan Lahan Sekolah Rakyat
-
Mensos dan Wamensos Tinjau Sekolah Rakyat Hingga Dialog dengan Siswa dan Calon Siswa
-
Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kupang, Gus Ipul: Sudah Mendekati 75 Persen
-
Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah se-NTT Bangun Sekolah Rakyat
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Menkeu Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
Terkini
-
Mayoritas Keluarga Penerima MBG Tinggal dengan Perokok, Kemenkes Khawatir Manfaat Program Tergerus
-
Cukup Sekali Cerita! Pemerintah Janji Respons 1x24 Jam Laporan Kekerasan Perempuan dan Anak
-
Deretan Ulah Oknum TNI Disorot! Desakan Kembalikan Militer ke Fungsi Pertahanan Menguat
-
Trump Ancam Kalau Ada Tentara AS Tewas, Perang Lagi dengan Iran
-
Gencatan Senjata, Menhan Katz: Pasukan Israel Tetap di Lebanon
-
Bawa Jasa Internasional ke Ruang Sidang, Pengacara Anggota BAIS Sebut Kliennya Bukan Kriminal Tulen
-
Menteri Imipas Buka Akses Data untuk KPK Usut Kasus Silmy Karim Cs
-
Tak Punya Dealer dan Bengkel Aktif, Pengadaan Motor Listrik BGN Tidak Penuhi Syarat
-
Pukat UGM Desak Kejagung 'Follow The Money' Kasus MBG hingga ke SPPG: Siapa Saja yang Kecipratan?
-
Tegas! Perang AS-Israel vs Iran Akan Selesai Jika Militer Israel Angkat Kaki dari Lebanon