- BGN mengalihkan fokus Program Makan Bergizi Gratis dari sekolah elit ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
- Strategi tahun 2026 ini memprioritaskan peningkatan kualitas layanan dan efektivitas anggaran daripada sekadar mengejar target jumlah penerima manfaat.
- Pemerintah kini memperkuat intervensi gizi bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Indonesia tersebut.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) berencana mengalihkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari sejumlah sekolah elit ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Langkah itu menjadi bagian dari strategi BGN untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan program pada 2026 dibanding sekadar mengejar jumlah penerima manfaat.
Kepala BGN, Nanik S. Dayeng, mengungkapkan pihaknya telah menyampaikan langsung arah kebijakan itu kepada Presiden Prabowo Subianto.
"Kemarin kami bertiga dipanggil dan kami sudah menyampaikan ke beliau, tahun 2026 ini mohon Bapak kami tidak mengejar kuantitas, kami akan perbaiki kualitas," kata Nanik kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/6/2026).
Menurut dia, perubahan fokus tersebut membuat target penerima manfaat tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan program.
BGN bahkan membuka kemungkinan tidak mengejar target 82 juta penerima manfaat tahun ini apabila kualitas layanan dan ketepatan sasaran dinilai belum optimal.
"Sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta, tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan makan yang bergizi," ujarnya.
Dalam proses evaluasi tersebut, BGN juga akan melakukan refocusing penerima manfaat.
Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah mengurangi cakupan MBG di sekolah-sekolah yang berasal dari kelompok ekonomi mampu dan mengalihkan anggarannya ke wilayah 3T.
Baca Juga: Bukan Hanya MBG, Mensesneg Sebut Semua Program Pemerintah Bakal 'Dipelototi' Ketat
"Akan kita lihat kalau ada sekolah-sekolah yang mahal, akan kita tanya apakah masih perlu MBG? Nah, ini yang kita alihkan ke 3T," tutur Nanik.
Meski demikian, Nanik menegaskan langkah itu bukan berarti jumlah penerima manfaat akan berkurang. Sebaliknya, jumlahnya berpotensi bertambah karena anggaran diarahkan kepada kelompok yang lebih membutuhkan.
"Jadi bisa saja sebetulnya penerima manfaatnya bertambah, tapi tambahannya ini sebetulnya mengurangi dari yang tidak fokus mungkin selama ini," katanya.
Selain wilayah 3T, BGN juga akan memperkuat intervensi kepada kelompok yang disebut 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Menurut Nanik, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah berdiskusi dengan para pakar gizi yang menilai periode paling efektif untuk intervensi gizi dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia sembilan tahun atau setingkat sekolah dasar.
"Sekarang kita fokuskan ke 3T dan terutama untuk 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," jelasnya.
Berita Terkait
-
Sony Sonjaya Ajukan JC, Siap Ungkap Nama-nama Besar di Balik Korupsi MBG
-
Heboh Kabar Dana Program MBG Disetop, Badan Gizi Nasional Beri Penjelasan Tegas
-
Bukan Hanya MBG, Mensesneg Sebut Semua Program Pemerintah Bakal 'Dipelototi' Ketat
-
Stop MBG dan KDMP! Niluh Djelantik Bongkar Gaji Guru PAUD 'Dipotong' Demi Program Baru Pemerintah
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL