- BGN menegaskan bahwa informasi mengenai penghentian operasional program Makan Bergizi Gratis adalah tidak benar atau hoaks.
- Kepala Badan Gizi Nasional memastikan program tetap berjalan sesuai mekanisme resmi guna melayani para penerima manfaat di daerah.
- Pihak lembaga mengimbau seluruh mitra untuk selalu merujuk pada kanal komunikasi resmi terkait operasional dan kendala di lapangan.
Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) membantah informasi yang beredar mengenai penghentian penyaluran dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN menegaskan kabar tersebut merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks.
Kepala BGN, Nanik S. Deyang, memastikan hingga saat ini tidak ada instruksi resmi dari lembaganya untuk menghentikan operasional dapur MBG maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.
Ia memastikan kalau program MBG tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan dan terus melayani para penerima manfaat.
"Kami menegaskan bahwa informasi yang menyebut BGN memerintahkan penghentian operasional dapur MBG adalah tidak benar. Tidak ada kebijakan maupun instruksi resmi dari BGN terkait penghentian operasional," kata Nanik dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Penegasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi yang menyebut sejumlah SPPG berpotensi menghentikan operasional apabila dana yang tersedia tidak mencukupi.
Informasi tersebut dipastikan bukan kebijakan resmi BGN dan tidak dapat dijadikan rujukan oleh mitra pelaksana program.
Meski mengakui terdapat dinamika administratif dalam proses pencairan anggaran, Nanik menegaskan hal itu tidak mengubah komitmen pemerintah untuk menjalankan dan memperluas cakupan Program MBG.
"Program MBG tetap berjalan dan terus diperluas untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai daerah," ujarnya.
BGN juga mengimbau seluruh mitra pelaksana, yayasan, pengelola SPPG, pemasok, hingga masyarakat untuk selalu merujuk pada informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi BGN.
Baca Juga: Siap Buka-bukaan! Sony Sanjaya Ajukan JC, Seret Nama-nama Besar di Pusaran Korupsi MBG
Nanik meminta seluruh pihak tidak mudah mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas maupun tidak dapat diverifikasi.
"Apabila terdapat kendala di lapangan, kami meminta seluruh mitra berkoordinasi melalui jalur resmi. Jangan menjadikan informasi yang tidak berasal dari sumber resmi sebagai dasar pengambilan keputusan operasional," tegasnya.
Lebih lanjut, BGN menyatakan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terus dilakukan guna memastikan distribusi MBG berjalan lancar, aman, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Menurut Nanik, prioritas utama BGN saat ini adalah menjaga keberlangsungan layanan serta memastikan seluruh penerima manfaat tetap memperoleh haknya.
"Fokus kami saat ini adalah menjaga keberlangsungan layanan MBG dan memastikan seluruh penerima manfaat tetap mendapatkan haknya. Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama melawan disinformasi yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Bukan Hanya MBG, Mensesneg Sebut Semua Program Pemerintah Bakal 'Dipelototi' Ketat
-
Stop MBG dan KDMP! Niluh Djelantik Bongkar Gaji Guru PAUD 'Dipotong' Demi Program Baru Pemerintah
-
Siap Buka-bukaan! Sony Sanjaya Ajukan JC, Seret Nama-nama Besar di Pusaran Korupsi MBG
-
Dari Tanah Suci ke Kursi Tersangka: Melihat Kejatuhan Dadan Hindayana dalam 48 Jam
-
Raup Miliaran Per Hari Lewat Korupsi Program MBG, Segini Gaji Dadan Hindayana saat Jadi Kepala BGN
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kenapa Pindah ke Transportasi Umum Itu Investasi Buat Bumi?
-
Cara JHL Auto Jaga Loyalitas Konsumen BAIC Melalui Wadah Komunitas Eksklusif
-
Golkar Pertanyakan Efektivitas Kabinet Bayangan, Sarmuji: Siapa yang Menindaklanjuti?
-
Langka di Dunia, Ibu Ini Lahirkan Bayi Kembar Empat Identik Berjenis Kelamin Perempuan
-
Membaca Ways to Live Forever: Bagaimana Anak Kecil Melihat Sebuah Kematian?
-
KPK Bongkar Dugaan Suap Bupati Lombok Barat, Ada Alphard Rp 1,2 Miliar dan Sepatu Hermes
-
Pantesan Nelayan RI Nggak Makmur, Ikannya Banyak Dicuri
-
Bolehkah Facial saat Ada Jerawat? Ketahui Kondisi yang Perlu Dihindari
-
Pemerintah Akan Rampungkan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih Tahun Ini, Yang Jadi Baru 65
-
Harga Sawit Riau Menguat Kembali, Mitra Swadaya Tembus Rp3.846 per Kg