- KPK menggeledah rumah mantan Wamen Imipas, Silmy Karim, di Jakarta Selatan pada Jumat (5/6) terkait kasus dugaan pemerasan.
- Silmy Karim dan tujuh pejabat Imigrasi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pemerasan pengurusan dokumen warga negara asing.
- Kasus ini terungkap melalui pengembangan penyidikan KPK terhadap perkara korupsi RPTKA di Kementerian Ketenagakerjaan selama periode 2025.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menelusuri aset dan barang bukti terkait kasus dugaan pemerasan di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi dengan menggeledah rumah mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Silmy Karim, Jumat (5/6).
Penggeledahan dilakukan di kediaman Silmy yang berada di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sejumlah penyidik KPK tiba sekitar pukul 13.46 WIB dengan menggunakan sedikitnya enam kendaraan.
Pantauan di lokasi menunjukkan penyidik memasuki area rumah dengan pengamanan ketat dari personel Brigade Mobil (Brimob) bersenjata. Beberapa penyidik yang mengenakan rompi khas KPK terlihat membawa koper saat memasuki rumah melalui area garasi.
Langkah penggeledahan ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan dokumen keimigrasian bagi warga negara asing.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan dan menahan Silmy Karim bersama tujuh pejabat di lingkungan Imigrasi sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
Dalam konstruksi perkara yang disampaikan KPK, Silmy diduga menerima aliran uang hasil pemerasan saat menjabat Direktur Jenderal Imigrasi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada periode Januari 2023 hingga Oktober 2024.
KPK menduga praktik pemerasan berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, yakni sejak 2022 hingga 2026.
Kasus ini terungkap setelah penyidik mengembangkan penyelidikan dari perkara lain yang lebih dulu ditangani, yakni dugaan korupsi terkait Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) di Kementerian Ketenagakerjaan.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menjelaskan, dugaan pemerasan di Ditjen Imigrasi ditemukan saat penyidik melakukan penyelidikan tertutup terhadap perkara RPTKA.
Baca Juga: Gitaris dan Vokalis Dibawa-bawa di Kasus Pungli Imigrasi, Sederet Musisi Beri Komentar Kocak
"Jadi kegiatan penyelidikan tertutup ini bermula dari tindak lanjut terkait kasus rencana penggunaan tenaga kerja asing di Kementerian Ketenagakerjaan yang sudah ditangani oleh penyidik KPK pada 2025," kata Ketua KPK Setyo Budiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (4/6).
KPK kini terus mendalami peran para tersangka serta menelusuri kemungkinan adanya aset maupun barang bukti lain yang berkaitan dengan dugaan pemerasan tersebut. Penggeledahan rumah Silmy menjadi salah satu upaya penyidik untuk memperkuat pembuktian dalam perkara yang disebut melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan Imigrasi.
Berita Terkait
-
Gitaris dan Vokalis Dibawa-bawa di Kasus Pungli Imigrasi, Sederet Musisi Beri Komentar Kocak
-
Uang Hasil Peras WNA Ditampung Silmy Karim di Rekening Cleaning Service dan Office Boy
-
Noel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun, KPK Bakal Banding?
-
Sony Sonjaya Bakal Bongkar Nama-Nama Besar 'Pemain' MBG, LPSK Siap Beri Perlindungan
-
Sony Sanjaya Ajukan JC: Klaim Ditekan Nama Besar, Bukan Otak di Balik Korupsi MBG!
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan