News / Internasional
Senin, 08 Juni 2026 | 16:57 WIB
Asap di Teheran, Iran duga dari serangan rudal Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). [X/Vahid Online]
Baca 10 detik
  • Israel dan Iran saling melancarkan serangan rudal pada Senin setelah gencatan senjata selama dua bulan berakhir.
  • Serangan rudal Iran menargetkan tiga pangkalan militer Israel, sementara Israel membalas dengan menyerang situs strategis di Iran.
  • Eskalasi militer ini mempersulit negosiasi kesepakatan damai antara kedua negara yang telah berlangsung selama seratus hari terakhir.

Suara.com - Israel dan Iran saling melancarkan serangan rudal dalam serangan pertama antara kedua rival sengit tersebut sejak gencatan senjata di Timur Tengah diumumkan dua bulan lalu.

Pertukaran serangan tersebut menandai peningkatan eskalasi besar di wilayah yang sudah tegang. Namun, ini hanyalah bagian dari peningkatan aksi militer dalam beberapa hari terakhir yang juga melibatkan AS, beberapa negara Teluk Arab, dan kelompok militan Lebanon, Hizbullah.

Semua penembakan tersebut semakin mempersulit upaya untuk mengakhiri perang di Iran, yang dimulai pada 28 Februari dan menandai hari ke-100 pada hari Senin.

Presiden AS Donald Trump mengatakan kesepakatan sudah di depan mata klaim yang telah berulang kali ia sampaikan dalam beberapa minggu terakhir.

"Kita sangat dekat dengan kesepakatan akhir dengan Iran. Ini akan menjadi kesepakatan yang baik. Saya tidak ingin kesepakatan itu gagal karena apa yang terjadi sekarang," kata Trump melansir NPR, Senin (8/6/2026).

Korps Garda Revolusi Iran mengatakan rudal mereka pada Minggu malam dan Senin pagi menargetkan tiga pangkalan udara militer di Israel, dua di tengah negara dan satu di utara.

Militer Israel mengatakan telah menembak jatuh semua tembakan yang datang.

Puing-puing yang berjatuhan memicu kebakaran semak, tetapi tidak ada kerusakan atau korban luka yang dilaporkan. Israel memerintahkan sekolah-sekolah ditutup pada hari Senin sebagai tindakan pencegahan.

Trump mengatakan kepada Financial Times Inggris bahwa pesannya kepada pemimpin Israel Benjamin Netanyahu adalah untuk tidak membalas serangan Iran, dan Netanyahu tidak punya pilihan selain menerimanya.

Baca Juga: Fotografer Timnas Irak Dideportasi dari AS Usai Ditahan 13 Jam Jelang Piala Dunia 2026

"Dia tidak akan punya pilihan," kata Trump tentang Netanyahu. "Saya yang menentukan. Saya yang menentukan segalanya. Dia tidak menentukan segalanya."

Namun Israel menegaskan akan membalas.

"Iran menembakkan 11 rudal balistik ke Israel," kata duta besar Israel untuk AS, Yechiel Leiter, di X. "Tidak ada negara yang bermartabat di dunia yang akan mentolerir serangan seperti itu, dan Israel pun tidak akan mentolerirnya. Israel sekarang menargetkan lokasi peluncuran rudal permukaan-ke-permukaan Iran," jelas dia.

Pada dini hari Senin, Israel melancarkan serangan rudal ke Iran. Puluhan pesawat tempur Israel ikut serta dalam operasi tersebut, kata militer Israel.

Warga Iran melaporkan ledakan di ibu kota Teheran, serta Isfahan dan Tabriz. Media Iran melaporkan bahwa bandara-bandara di negara itu telah ditutup.

Militer Israel mengatakan telah menghantam beberapa target di kompleks petrokimia besar di Mahshahr, di barat daya Iran. Para pekerja di pabrik tersebut telah dievakuasi, menurut media Iran.

Load More