- Dua pria mencuri ponsel di warung kelontong Pondok Kopi, Jakarta Timur, pada Senin, 8 Juni 2026.
- Pelaku mencabut kabel headset korban sebagai modus agar ponsel dapat ditarik dari kantong dengan mudah.
- Ponsel hasil curian langsung dioper kepada rekannya sebelum kedua pelaku melarikan diri ke arah berbeda.
Suara.com - Aksi licik komplotan pencuri telepon genggam (HP) terekam kamera CCTV di sebuah warung kelontong, kawasan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Bermodal siasat membeli rokok eceran, pelaku nekat mencabut kabel headset korban demi menggasak ponsel dari dalam kantong.
Pemilik warung, Supriyanto, membeberkan bahwa pelaku sengaja datang untuk membaur dan mencari mangsa yang lengah di tengah aktivitas jual-beli.
"Pelaku datang ke warung dengan modus membeli rokok setengah atau dalam jumlah sedikit. Tapi, sebenarnya yang diincar adalah handphone korban," ujar Supriyanto di Pondok Kopi, Senin (8/6/2026).
Berdasarkan rekaman CCTV, peristiwa tersebut melibatkan dua pria yang bekerja secara terorganisir.
Pelaku pertama yang mengenakan jaket merah bertindak sebagai eksekutor. Ia berdiri sangat dekat dengan korban yang saat itu tidak menyadari sedang diintai.
Dalam hitungan detik, pelaku jaket merah mencabut kabel headset yang masih terpasang di telinga korban. Langkah ini diduga dilakukan agar ponsel bisa ditarik keluar dari kantong tanpa hambatan kabel yang menyangkut.
"Korban tidak sadar headset-nya dicabut. Setelah itu, handphone diambil dari kantong korban," tutur Supriyanto.
Estafet Barang Jarahan
Baca Juga: Siasat Licik Dokter Gigi Vietnam: Pura-pura Jadi Pasien Demi Buka Praktik Ilegal di Ciputat!
Pencurian ini dilakukan dengan sistem "estafet" yang sangat cepat. Begitu ponsel berhasil ditarik, pelaku pertama langsung mengopernya kepada rekan komplotannya yang mengenakan jaket abu-abu di belakang.
"Yang belakang itu memang diduga komplotannya. Setelah HP diambil, langsung diselipkan, dan diberikan ke orang yang satunya lagi," jelasnya.
Seluruh rangkaian aksi kriminal tersebut diperkirakan hanya memakan waktu sekitar dua menit. Setelah membagi peran, kedua pelaku segera berpencar meninggalkan lokasi ke arah yang berbeda guna mengecoh warga.
Nahas bagi korban, ia baru menyadari ponselnya raib beberapa saat kemudian. Meskipun sempat menaruh curiga karena ada orang yang berdiri terlalu mepet, ia telat menyadari bahwa kabel headset-nya telah diputus paksa.
"Korban datang lagi ke warung. Kasihan juga kelihatannya, seperti sedang apes. Dia tanya, 'Pak, yang jaket merah tadi ke mana ya?'," ungkap Supriyanto.
Korban sempat mencoba mengejar ke arah kanan, namun para pelaku diketahui telah kabur ke arah kiri.
Berbekal rekaman CCTV dari warung Supriyanto, korban pun berencana membawa kasus ini ke ranah hukum untuk melacak komplotan spesialis pencuri modus 'beli rokok' tersebut. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Bantah Terlibat, DWP Tegaskan Tak Pernah Promosikan Whip Pink
-
Detik-detik Bangunan Ambruk di Belakang Siswa, Video Gempa Filipina Bikin Merinding
-
Update Korban Gempa Filipina: 19 Tewas, 12 Hilang, 100 Orang Luka-luka
-
Jakarta 'Bersih-bersih' Parkir Liar: 456 Pelanggaran Ditindak, 11 Jukir Liar Diciduk
-
Terima Surat Kepercayaan, 8 Dubes Negara Sahabat Tegaskan Komitmen di Depan Prabowo
-
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat: Ada Palestina, Filipina, hingga Saint Lucia
-
Anak Rentan Terpapar Bahaya Dunia Maya, Pemerintah Minta Orang Tua Jadi Pelindung
-
Istana Bantah Isu Reshuffle Besar-besaran, Prabowo Disebut Fokus Bekerja
-
KPK Tahan Bos Maktour dan Ketua Kesthuri dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Gowes 8.000 Km dari Iran ke Indonesia, Arezoo Eskandari Bawa Misi Perdamaian dan Bahasa Kebaikan