-
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,1 melumpuhkan total infrastruktur publik dan jaringan komunikasi di Mindanao.
-
Presiden Marcos Jr. menghentikan aktivitas sekolah dan menjamin bantuan penuh di tengah ketegangan politik.
-
Bandara General Santos ditutup sementara, mengakibatkan pembatalan massal terhadap 17 jadwal penerbangan domestik.
Suara.com - Bencana gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 8,1 melumpuhkan wilayah Pulau Mindanao Filipina dan memicu kerusakan masif pada berbagai infrastruktur publik.
Respons cepat segera diambil oleh otoritas pusat untuk mengatasi dampak buruk yang meluas di area terdampak.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. langsung menginstruksikan seluruh jajaran kementerian terkait untuk turun langsung memberikan bantuan darurat.
Langkah taktis ini menjadi sorotan krusial di tengah memanasnya tensi politik antara dirinya dengan tokoh lokal Mindanao.
"Pemerintah nasional tengah bergerak dan kami tidak akan meninggalkan Mindanao," tegas Presiden Ferdinand Marcos Jr. dalam pernyataan resminya, dikutip dari Bloomberg.
Selain perintah pengerahan bantuan, kepala negara juga menetapkan penghentian sementara seluruh kegiatan belajar mengajar di wilayah tersebut.
Kebijakan meliburkan sekolah ini berlaku tanpa batas waktu demi menjamin keselamatan para peserta didik.
Gelombang evakuasi besar-besaran langsung terjadi karena guncangan kuat merusak fasilitas umum secara signifikan.
Di Kota General Santos, sejumlah bangunan dilaporkan runtuh dan sebuah pusat perbelanjaan mengalami kerusakan parah.
Baca Juga: Gempa 5,2 Guncang Meksiko Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026, Protokol Darurat Diterapkan
Fasilitas vital seperti jaringan listrik dan saluran komunikasi nirkabel mengalami gangguan total pasca-gempa.
Hal ini menghambat proses pendataan korban serta koordinasi taktis antar-lembaga di lapangan.
Situasi darurat ini dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal yang kehilangan tempat kerja mereka dalam sekejap.
“Restoran kami masih berdiri, tetapi hampir seluruh persediaan kami hancur,” kata Cathy Velez, karyawan sebuah restoran hidangan laut di General Santos dekat Teluk Sarangani.
“Syukurlah semua pekerja selamat di rumah singgah karyawan.”
Keputusan evakuasi medis juga terpaksa diambil oleh manajemen rumah sakit setempat demi menghindari reruntuhan gedung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?
-
Siap War Tiket! Indomaret Fun Run 2026 Bakal Ramaikan Gaya Hidup Sehat Warga Semarang
-
Anggaran Dipotong Pusat, Renovasi 11 Sekolah di Jakarta Terpaksa Mundur ke 2027
-
Gotong Royong Polhut Se-Indonesia, Bangun Rumah untuk Saudara di Aceh Tamiang
-
Dukungan Pendidikan Jadi Langkah untuk Mempersiapkan Generasi Muda Berintegritas
-
Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan
-
Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!
-
Tumbal Terakhir