- Pemerintah memperpanjang bantuan pangan beras selama tiga bulan mulai Juli 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat rentan.
- Menko Pangan Zulkifli Hasan mengumumkan distribusi bantuan bagi 33,244 juta penerima manfaat untuk menghadapi potensi musim paceklik.
- Penyaluran bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan ini bertujuan memitigasi dampak gejolak harga serta tekanan ekonomi.
Suara.com - Pemerintah mengambil kebijakan strategis dengan resmi memperpanjang masa penyaluran program bantuan pangan berupa beras bagi masyarakat selama tiga bulan ke depan.
Langkah intervensi jaring pengaman sosial ini dieksekusi sebagai upaya konkret negara dalam menjaga kestabilan daya beli warga, terutama dalam memitigasi potensi gejolak lonjakan harga bahan pokok serta menghadapi datangnya siklus musim paceklik.
Keputusan krusial ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, seusai memimpin rapat koordinasi terbatas (rakortas) di tingkat kementerian.
Forum tersebut secara khusus membedah draf perkembangan harga komoditas pangan nasional serta kesiapan stok pangan bersama perwakilan instansi terkait.
Pria yang akrab disapa Zulhas ini menjelaskan bahwa distribusi bantuan beras tambahan ini dijadwalkan mulai bergulir pada bulan Juli 2026. Sementara untuk alokasi dua bulan berikutnya akan disalurkan secara fleksibel dengan menyesuaikan kondisi riil di lapangan terkait perkembangan musim paceklik.
"Oleh karena itu, bantuan beras atau bantuan pangan itu kita tambah tiga bulan. Tiga bulan, ya. Juli, kemudian dua bulannya lagi disesuaikan dengan situasi paceklik," urai Zulkifli di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Ia menggarisbawahi bahwa penyaluran pada bulan Juli bersifat mutlak dan harus segera dieksekusi tanpa penundaan. Langkah cepat ini dinilai krusial untuk mengantisipasi tekanan ekonomi yang berpotensi menghantam kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
"Tapi yang Juli harus (dilaksanakan)," tegasnya.
Melalui keberlanjutan program jaring pengaman ini, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dipastikan akan menerima pasokan beras berkualitas sebanyak 10 kilogram per bulannya.
Baca Juga: Sengaja Dibiarkan Membusuk! Dompet Dhuafa Bongkar Siasat Israel Hambat Bantuan Gaza
Target sasaran distribusi bantuan ini akan difokuskan kepada puluhan juta penduduk yang masuk dalam klaster masyarakat paling rentan di berbagai kota besar hingga pelosok daerah.
"Itu sebanyak tiga kali atau untuk tiga bulan. 10 kilo kali tiga, 33 juta 244 ribu (penerima)," kata Zulhas memerinci data penerima.
Lebih detail, total masyarakat yang akan menerima manfaat dari kebijakan ini mencapai 33,244 juta jiwa. Dengan perhitungan skema penyaluran terpadu selama tiga bulan, total volume pasokan logistik yang disiapkan oleh pemerintah diperkirakan bakal menembus angka mendekati 1 juta ton.
"Berarti lebih kurang 1 juta ton. Lebih kurang satu juta ton. Jadi kalau stok kita 5,2 akan berkurang 1 juta itu," imbuhnya mengalkulasi ketahanan stok nasional.
Zulhas meluruskan bahwa kebijakan ini merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam memproteksi lapisan masyarakat bawah dari hantaman dinamika ekonomi global, baik yang dipicu oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing maupun kenaikan harga pangan internasional.
"Agar 30, hampir 34 juta masyarakat kita yang paling rentan di bawah ini tidak terdampak oleh perubahan kurs atau perubahan apa pun," terangnya.
Berita Terkait
-
Cabai Tembus Rp78.850, Bawang dan Beras Ikut Naik, Tekanan Harga Pangan Makin Berat
-
Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan
-
Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras
-
Beras Mahal Menjerit, Beli Rokok Sanggup: Ironi Prioritas Keluarga Indonesia
-
Serapan Beras Bulog DIY Tembus 91 Persen, Stok Nasional Aman Tak Perlu Impor Lagi
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Tips Memilih Warna Bedak sesuai Warna Kulit untuk Makeup Flawless
-
3 Kombinasi Ombre Wardah Staylock Lip Matte Sesuai Undertone Kulit, Tahan 20 Jam Tanpa Crack!
-
Tekan Biaya Produksi, Pemerintah Resmi Beri Bea Masuk 0 Persen untuk Sektor Ini
-
Nabila Gardena Mendadak Viral Dikaitkan Koruptor Alwin Albar, Ini Sosoknya
-
Apa Itu Tender Rakyat? Skema Baru Program Bedah Rumah yang Diklaim Lebih Transparan
-
Jejak Karbon Makanan Tidak Sama bagi Semua Orang, Penelitian Ungkap Kelompok dengan Dampak Terbesar?
-
Parfum Apa yang Cocok untuk Anak Sekolah dengan Aroma Ringan dan Segar? Ini 4 Rekomendasinya
-
Waspada Sindikat Transnasional: Jangan Tergiur Janji Manis Kerja di Luar Negeri
-
Cari Ketenangan di Akhir Pekan? Kunjungi Cetiya Tian Shi Hua, Spot Spiritual Anyar di Jakarta
-
Tujuan MBG vs Efek Samping: Program yang Mulai Kehilangan Arahnya Sendiri