- PT Pertamina menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter di wilayah Jakarta mulai tanggal 10 Juni 2026.
- Kenaikan harga tersebut menyebabkan biaya operasional pengemudi ojek online membengkak di tengah kondisi pesanan yang sedang sepi.
- Para pengemudi ojek online berharap pemerintah segera merealisasikan kebijakan potongan biaya aplikasi sebesar delapan persen untuk membantu ekonomi.
Suara.com - Kenaikan harga Pertamax dikeluhkan para pengemudi ojek online (ojol) yang mengaku semakin tertekan akibat biaya operasional yang membengkak di tengah kondisi orderan yang belum stabil.
Salah satu pengemudi ojol, Ahmad Abidin, mengaku merasakan langsung dampak kenaikan harga bahan bakar tersebut. Pengemudi Honda Vario itu mengatakan selama ini tetap menggunakan Pertamax karena menyesuaikan kebutuhan kendaraannya.
"Pertamax," kata Ahmad saat ditanya jenis bahan bakar yang biasa digunakannya di wilayah Meruya Selatan, Jakarta Barat, Rabu (10/6/2026).
Menurut Ahmad, kenaikan harga Pertamax cukup terasa bagi pengemudi ojol yang menggantungkan penghasilan dari jumlah order harian.
Ia memperkirakan kenaikan harga Pertamax mencapai hampir Rp4.000 per liter dibandingkan harga sebelumnya. Kondisi itu semakin memberatkan ketika pesanan penumpang sedang sepi.
"Berasa juga kita kalau Gojek lagi sepi bagaimana. Iya, jangan-jangan nombok ini entarnya," keluhnya.
Meski harga Pertamax semakin mahal, Ahmad mengaku belum berencana beralih ke Pertalite. Ia khawatir penggunaan bahan bakar dengan oktan lebih rendah dapat memengaruhi performa motornya.
"Tahu ya, saya takutnya takut ngeden dia. Agak beda soalnya tarikannya ya. Tarikannya beda," katanya.
Selain itu, ia juga mencemaskan dampak penggunaan Pertalite terhadap sistem injeksi kendaraan.
Baca Juga: Pertamax Tembus Rp16.250, Begini 10 Cara Menghemat BBM tanpa Harus Ganti Motor
"Belum, belum ada ya. Kalau saya ganti takutnya motornya injection-nya kena," ujarnya.
Bagi Ahmad, persoalan terbesar bukan hanya kenaikan harga BBM, tetapi juga minimnya order yang masuk setiap hari.
"Takutnya apa ya... orderannya ya. Orderannya sepi begini. Orderan-orderan Gojek ya kita nombokin terus jadinya. Kan kalau ngisi kan kita nggak mungkin kita full-in," tuturnya.
Keluhan serupa disampaikan pengemudi ojol lainnya, Isdi Yanto. Pengemudi Honda Beat itu menilai kenaikan harga Pertamax otomatis memangkas pendapatan yang mereka bawa pulang.
"Kalau yang saya khawatirkan kan kalau Pertamax naik pendapatan kita udah pasti turun. Karena untuk mengisi bahan bakar aja kan naik gitu kan," kata Isdi, ditemui di wilayah yang sama.
Ia mengaku selama ini lebih sering menggunakan Pertamax. Namun, apabila penghasilannya tidak mencukupi, ia terpaksa beralih ke Pertalite.
Berita Terkait
-
Pertamax Tembus Rp16.250, Begini 10 Cara Menghemat BBM tanpa Harus Ganti Motor
-
Kenaikan BBM Tuai Kritik, DPR Mengaku Tak Pernah Diajak Berdiskusi oleh Pemerintah
-
BBM Naik-Rupiah Jebol, Budget Hiburan Kelas Menengah Hilang
-
Resmi Naik! Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
-
Daftar Harga BBM Setara Pertamax di SPBU Swasta Per 10 Juni 2026, Ikutan Naik?
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda