Namun, penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa lahan basah tidak hanya berperan sebagai penyerap dan penyimpan karbon. Dalam kondisi tertentu, ekosistem tersebut juga dapat menjadi sumber emisi metana yang perlu diperhitungkan dalam kebijakan iklim.
Area Kecil Tidak Boleh Diabaikan
Para peneliti menilai temuan ini menunjukkan pentingnya memperluas pemantauan emisi hingga ke area-area lahan basah berukuran kecil yang selama ini sering luput dari inventarisasi.
Selama ini, pemantauan dan kebijakan konservasi lebih banyak berfokus pada kawasan lahan basah berskala besar. Padahal, jika dikumpulkan secara keseluruhan, jutaan lahan basah kecil dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap emisi metana global.
Dengan data yang lebih lengkap, pemerintah dan pemangku kepentingan dapat menghitung emisi gas rumah kaca secara lebih akurat sekaligus merancang strategi pengelolaan lahan basah yang lebih efektif. Temuan ini juga menjadi pengingat bahwa dalam upaya menghadapi perubahan iklim, kawasan yang tampak kecil sekalipun dapat memiliki dampak yang besar terhadap sistem iklim global.
Penulis: Natasha Suhendra
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hijau di Iklan, Abu-Abu dalam Aksi: Bahaya Fenomena Greenwashing
-
Ulasan Bloody Flower: Ketika Pembunuh Jadi Harapan Terakhir Banyak Orang
-
Daya Beli Lesu, Kelas Menengah Pilih Beli Beras Ketimbang Cicil Rumah
-
Cabai Rawit Tembus Rp54 Ribu, Cek Daftar Harga Pangan yang Naik Hari Ini
-
Pelaku Kekerasan Anak Justru Orang Terdekat, Plan Indonesia Ungkap Data Miris
-
5 Serum Flek Hitam yang Aman Digunakan Setiap Hari, Ampuh Cerahkan Kulit Mulai Rp20 Ribu
-
Suarakan Kesetaraan, Run for Equality 2026 Sukses Digelar di Senayan Park
-
Susul Kesuksesan The Grey, Netflix Garap Parasyte: Tamiya yang Tayang 2027
-
Dari Diskusi hingga Wall of Hope, LINTAS Dorong Masyarakat Peduli Masa Depan Transportasi Umum
-
6 Rekomendasi Parfum Aroma Susu yang Creamy dan Bikin Ketagihan