- Direktur Eksekutif Plan Indonesia menyatakan keamanan anak Indonesia berada pada tahap krisis akibat maraknya kekerasan.
- Kementerian PPA mencatat ada lebih dari 21 ribu laporan kasus kekerasan terhadap anak sepanjang tahun 2025.
- Dini Widiastuti menyampaikan hal tersebut dalam acara Run For Equality 2026 di Jakarta pada Minggu (26/7/2026).
Suara.com - Yayasan Plan International Indonesia ikut menyoroti masih berulangnya kasus-kasus kekerasan yang melibatkan anak-anak sebagai korban.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti berpendapat situasi keamanan dan kenyamanan anak di Indonesia sudah di tahap krisis jika dilihat pada maraknya kasus kekerasan terhadap anak belakangan ini.
Ia berkaca melalui data SIMFONI milik Kementerian PPA yang mengungkap ada 21 ribu lebih laporan mengenai kasus kekerasan terhadap anak-anak sepanjang 2025.
Dari jumlah itu pun, Dini menduga, belum tentu dapat menggambarkan realitas dan fakta konkret di lapangan. Oleh karena itu ia menganggap kasus ini merupakan fenomena gunung es.
"Nah, ini seperti puncak gunung es. Yang tidak dilaporkan itu ada berapa, kan, kita tidak tahu," kata Dini saat ditemui di acara Run For Equality 2026 di Jakarta pada Minggu (26/7/2026).
Berdasarkan hasil penelitian Plan Indonesia, kasus kekerasan terhadap anak justru terjadi dari lingkungan terdekat mereka, seperti keluarga, ruang pendidikan dan ranah digital.
Karena itu ia menyayangkan potensi terjadinya tindak kekerasan justru timbul di tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak.
Dini juga mengatakan, kebanyakan korban tidak melaporkan tindak kekerasan yang dialami karena diterpa sejumlah tekanan. Misalnya, ketergantungan ekonomi, emosional, dan relasi kuasa.
Ia memandang, dari segi regulasi yang mengatur sebenarnya suduh cukup kuat untuk mencegah bertambahnya kasus-kasus kekerasan serupa. Namun, Dini menganggap bahwa masalah utama ada dalam tahap pelaksanaannya.
Baca Juga: Suarakan Kesetaraan, Run for Equality 2026 Sukses Digelar di Senayan Park
Selain itu, dari faktor cara pandang masyarakat yang masih memandang kekerasan sebagai hal yang lumrah, ikut menjadi penyebab maraknya kasus ini.
"Tapi ini memang harus diefektifkan dengan perspektif pencegahan. Nah, ini kita semua masih punya sisi kelemahan di Indonesia," tambah. (Reporter: Alif Bintang)
Berita Terkait
-
Suarakan Kesetaraan, Run for Equality 2026 Sukses Digelar di Senayan Park
-
Negara Ini Darurat Pemerkosaan, Rakyat Main Hakim Sendiri Gebuki Diduga Pelaku Sampai Tewas di Jalan
-
Wali Murid Little Aresha Yogyakarta Geram 3 Orang Belum Diperiksa, 3 Lainnya Melenggang Bebas
-
Satu Remaja Dirudapaksa 27 Orang di Sampang, Alarm Keras Gagalnya Sistem Perlindungan Anak
-
Menteri PPPA Sentil Pemkab Sampang Usai Kasus 27 Predator Anak: Perkuat Gugus Tugas!
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Pelaku Kekerasan Anak Justru Orang Terdekat, Plan Indonesia Ungkap Data Miris
-
5 Serum Flek Hitam yang Aman Digunakan Setiap Hari, Ampuh Cerahkan Kulit Mulai Rp20 Ribu
-
Suarakan Kesetaraan, Run for Equality 2026 Sukses Digelar di Senayan Park
-
Susul Kesuksesan The Grey, Netflix Garap Parasyte: Tamiya yang Tayang 2027
-
Dari Diskusi hingga Wall of Hope, LINTAS Dorong Masyarakat Peduli Masa Depan Transportasi Umum
-
6 Rekomendasi Parfum Aroma Susu yang Creamy dan Bikin Ketagihan
-
Efek Domino Penutupan PT Samwon: Runtuhnya Rantai Ekonomi dan Harapan Warga Jepara
-
Apa Perbedaan Lipstik Cair dan Lipstik Padat?
-
Kongres 3 Organisasi Kedokteran, Satukan Visi Hadapi Tantangan Penyakit Pencernaan dan Hati
-
Cuma Modal Video Selfie, Begini Cara Dapat Centang Biru Gratis di Facebook