News / Nasional
Rabu, 10 Juni 2026 | 15:42 WIB
Pengemudi ojek online menunggu penumpang di seberang Stasiun Palmerah, Jakarta [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • PT Pertamina menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green di wilayah Jabodetabek pada Selasa malam, 9 Juni 2026.
  • Kenaikan harga BBM ini memicu beban biaya operasional harian yang cukup berat bagi para pengemudi ojek online.
  • Para pengemudi ojol mendesak pemerintah meninjau kembali tarif layanan agar pendapatan bersih mereka tidak tergerus oleh kenaikan harga.

Senada dengan Beni, Ari yang sudah menarik ojol sejak 2022 di daerah Jakarta merasa terpukul. Baginya, kenaikan harga BBM tanpa diikuti kenaikan tarif layanan adalah ketidak adilan bagi pengemudi.

"Dampaknya kerasa banget, Ojol itu kan butuh bensin tiap hari. Kalau harga bensin naik tapi tarif per-kilometer dari aplikasi tetep, ya berarti jatah uang penghasilan buat di rumah ya kepotong juga," ujar Ari.

Ari yang terbiasa mengisi bensin 2 hingga 3 kali sehari dengan nominal Rp50 ribu sekali mengisi, kini harus menghitung ulang pengeluarannya.

Ia mengaku biasanya bisa mengantongi Rp150 ribu hingga Rp250 ribu bersih per hari, namun kini angka itu dipastikan tergerus.

"Ibaratnya, tenaga yang keluar makin gede, tapi hasilnya makin dikit," ungkapnya.

Kini, para pengemudi ojol menaruh harapan besar kepada pemerintah.

Ari meminta agar pemerintah tidak hanya menaikkan harga BBM, tetapi juga memperhatikan nasib operasional para pengemudi.

"Pesan saya buat pemerintah tolonglah pak, kalau harga BBM naik, tarif ojol juga ikut diperhatiin. Kasihan kita yang di jalanan, kepanasan kehujanan, bonus makin susah, biaya operasional makin mahal, sejahterakan juga para pejuang harian kayak kami ini," ungkapnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Baca Juga: Stok BBM di SPBU BP, Vivo dan Shell Langka setelah Pertamina Naikkan Harga

Load More