News / Internasional
Rabu, 10 Juni 2026 | 17:12 WIB
Kota Belfast, Irlandia Utara dalam kondisi porak-poranda setelah Senin malam (8/6) penuh kerusuhan yang dipicu aksi demonstrasi anti-imigrasi. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kerusuhan anti-imigran pecah di Belfast, Irlandia Utara, pada Senin malam (8/6) setelah terjadi insiden penusukan terhadap seorang pria.
  • Massa membakar rumah, bisnis, dan kendaraan warga asing yang menyebabkan kerusakan luas serta trauma bagi warga terdampak.
  • Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengecam kekerasan tersebut dan menegaskan pelaku akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku.

Suara.com - Kota Belfast, Irlandia Utara dalam kondisi porak-poranda setelah Senin malam (8/6) penuh kerusuhan yang dipicu aksi demonstrasi anti-imigrasi.

Sejumlah rumah, bus, dan bisnis milik warga asing dibakar massa, memperlihatkan eskalasi kekerasan yang mengkhawatirkan.

Kerusuhan pecah usai insiden penusukan pada Senin malam yang membuat seorang pria mengalami luka serius.

Aksi protes yang awalnya berlangsung di kawasan Newtownards Road berubah menjadi kekacauan setelah sebuah bus dibakar, memicu aksi lanjutan di berbagai titik kota.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengecam keras insiden tersebut dalam pernyataan resminya.

“Apa yang terjadi di Belfast sangat mengejutkan dan tidak dapat diterima. Tidak ada pembenaran atas kekerasan ini,” tegasnya dikutip dari Metro.uk

Kota Belfast, Irlandia Utara dalam kondisi porak-poranda setelah Senin malam (8/6) penuh kerusuhan yang dipicu aksi demonstrasi anti-imigrasi. [Istimewa]

Starmer juga menyoroti adanya indikasi serangan yang menargetkan individu berdasarkan latar belakang mereka.

Starmer menegaskan pelaku akan menghadapi konsekuensi hukum penuh dan meminta masyarakat untuk tetap tenang.

Di lapangan, kerusakan terlihat meluas. Sejumlah rumah keluarga hangus terbakar, kendaraan rusak, dan fasilitas umum lumpuh.

Baca Juga: Terbang 5 Jam Antar Laga! Shearer Sebut Inggris Hadapi Ujian Terberat di Piala Dunia 2026

Warga yang terdampak, termasuk anak-anak, dilaporkan mengalami trauma akibat kekerasan yang terjadi.

Polisi menyebut situasi kini mulai terkendali, namun ketegangan masih terasa di beberapa wilayah.

Aparat keamanan tetap disiagakan untuk mencegah potensi kerusuhan lanjutan.

Sementara itu, pihak berwenang memastikan tersangka penusukan, seorang pria berusia 30-an asal Sudan, masih dalam tahanan dan dijadwalkan menjalani proses hukum.

Insiden ini semakin memperkeruh situasi sosial di tengah meningkatnya sensitivitas isu imigrasi di Inggris.

Sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka agama juga angkat suara, menyerukan penghentian kekerasan dan perlindungan terhadap komunitas minoritas.

Mereka menilai situasi ini bukan hanya krisis keamanan, tetapi juga ujian bagi kohesi sosial di kawasan tersebut.

Load More