News / Nasional
Rabu, 10 Juni 2026 | 17:14 WIB
Presiden Prabowo menaiki Maung MV3 Garuda Limousine. [BPMI Sekretariat Presiden]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo mengembalikan mobil Maung MV3 Garuda Limousine ke PT Pindad akibat kendala kebocoran atap saat hujan.
  • Presiden Prabowo tetap menggunakan kendaraan karya anak bangsa tersebut demi memberikan contoh nyata semangat nasionalisme bagi masyarakat.
  • Walaupun masih memerlukan penyempurnaan teknis dibandingkan merek luar negeri, Presiden berkomitmen terus menggunakan mobil produksi dalam negeri.

Suara.com - Pada awal masa dinasnya sebagai mobil kepresidenan, Maung MV3 Garuda Limousine ternyata masih memiliki sejumlah kendala. Presiden Prabowo Subianto bahkan sempat mengembalikannya kepada PT Pindad selaku produsen.

Pengembalian mobil berkelir itu ke Pindad bukan tanpa sebab. Prabowo mengeluhkan satu hal yang amat mengganggu, yakni atap Maung MV3 mengalami kebocoran saat melintasi rute dalam kondisi hujan.

"Suatu saat saya ini suka tidur di mobil ya. Saya suka tidur di mobil jadi satu saat saya lagi tidur di mobil, tahu-tahu karena hujan keras di luar saya tidur, tek-tek, saya bangun rupanya bocor," kata Prabowo.

Prabowo memaklumi bila ada ketidaksempurnaan pada produk karya anak bangsa, mengingat usia pengembangan kendaraan tersebut yang masih relatif baru. Ia pun meminta Pindad segera melakukan perbaikan.

"Ya namanya baru ya kan. Ya aku kirim kembalilah ke ini kan buatan Pindad. Aku bilang ‘eh Pindad, tolonglah bocornya dikurangi gitu loh’," kata Prabowo.

Keluhan tidak hanya datang dari atap yang bocor. Prabowo juga merasakan hal lain ketika Maung MV3 melintasi rute di dataran tinggi. Meski demikian, ia menegaskan hal tersebut tidak menjadi masalah.

"Habis itu pakai mobil ya naik gunung, gledak-gledak. Tapi, ‘gledak’ enggak apa-apa. Demi nasionalisme saya tetap pakai mobil ini," kata Prabowo.

Presiden Prabowo menaiki Maung MV3 Garuda Limousine. [BPMI Sekretariat Presiden]

Curahan hati Prabowo ihwal Maung MV3 tidak begitu saja diungkapkan. Mulanya, Kepala Negara bercerita tentang anak buahnya yang membicarakan harga pasaran sejumlah merek mobil.

"Jadi saudara berapa hari yang lalu berapa hari yang lalu nggak ini aku mau cerita nih ya, aku mau cerita. Ini berapa hari yang lalu saya dengar pembicaraan di antara di antara anak buah saya. Mereka tanya, ‘eh harga mobil ini berapa ya? Harga mobil itu berapa ya?’," kata Prabowo.

Baca Juga: Jabatan Kapolri Kini Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden, Ini Bunyi Pasal Terbaru UU Polri

Membandingkan dirinya dengan anak buahnya, Prabowo menegaskan bahwa kini ia tidak bisa lagi melakukan hal demikian, yakni membicarakan mobil-mobil terbaru.

Sebab, sebagai Presiden, Prabowo menegaskan harus memberikan contoh dengan menggunakan mobil buatan dalam negeri.

"Saya pikir wah aku udah nggak bisa lagi nanya-nanya seperti itu. Suka tidak suka karena saya Presiden saya harus kasih contoh, saya harus pakai mobil buatan anak-anak Indonesia," kata Prabowo.

Prabowo tidak menampik bahwa mobil karya anak bangsa masih membutuhkan proses penyempurnaan. Saat ini, diakuinya, kendaraan tersebut memang belum sebagus mobil buatan Jerman seperti Mercedes-Benz atau BMW.

"Jadi, jadi saya mengerti ini kan mobil baru satu-dua tahun kita bangun iya kan, yang namanya suatu yang baru ya mungkin tidak sebagus kalau saya pakai BMW atau Mercedes ya kan," kata Prabowo.

"Kalau, Pak Ara pakai Mercedes mungkin ya? Aku udah nggak bisa lagi. Saya pakai Maung," kata Prabowo kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait.

Load More