News / Nasional
Rabu, 10 Juni 2026 | 17:24 WIB
Presiden Prabowo Subianto. [Suara.com/BPMI]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo mengungkapkan alasannya mengejar posisi RI 1 setelah mengalami empat kali kekalahan dalam pemilu sebelumnya.
  • Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung pada Rabu, 10 Juni 2026.
  • Prabowo menegaskan ambisinya menjadi presiden didorong oleh pandangannya bahwa Indonesia telah bergerak ke arah yang salah sejak dulu.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menjawab nyinyiran para analis dan siniar soal pencalonannya sebagai presiden yang sudah berulang kali. Prabowo memberikan alasan ia mengejar mimpi menjadi RI 1.

Perjuangan Prabowo untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia tidak dilalui dengan mudah. Ia harus menelan pil pahit berupa kekalahan empat kali baik dalam proses pencalonan atau kalah suara saat pertandingan.

"Empat kali kalah. Iya. saya usaha dari presiden dari 2004 konvensi Golkar iya kaan. 2004, 2009, 2014, 2019, 2024. lima kali. 4 kali kalah," kata Prabowo," ujar Prabowo saat meresmikan pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).

Prabowo menyadari di tengah upayanya meraih mimpi dan kini telah berhasil, ada suara-suara yang mempertanyakan ambisinya tersebut.

"Orang bingung, sudah 4 kali kalah masih mau maju lagi. Saudara-saudara, ada analis-analis ya, podcast podcast, Prabowo pingin banget jadi presiden sampe sekian kali," kata Prabowo.

Prabowo - Gibran, pemenang Pilpres 2024. (Dok. prabowogibran2.id)

Ketua Umum Partai Gerindra ini mengungkapkan alasan mengapa menjadi Presiden Indonesia merupakan keinginannya yang terus ia upayakan.

"Saudara-saudara, kanapa saya ingin jadi presiden? Saya ingin jadi presiden karena saya sudah lihat dari tahun 90-an, Indonesia menuju arah yang salah. Saya sudah melihat," kata Prabowo.

"Saya bukan mau jadi presiden hanya untuk jadi presiden. Lo kira enak? Iya kan," sambungnya.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Target Besar Kesehatan Nasional, 350 Rumah Sakit Akan Dimodernisasi

Load More