- Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 mulai Rabu, 10 Juni di seluruh wilayah Indonesia.
- Penyesuaian harga ini dilakukan berdasarkan formula pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan energi serta keberlanjutan bisnis perusahaan.
- Media asing menyoroti kebijakan tersebut karena berpotensi meningkatkan biaya transportasi serta menambah beban biaya hidup masyarakat Indonesia.
Suara.com - Kenaikan harga bahan bakar non subsidi jenis Pertamax sebesar 32% menjadi Rp16.250 per liter, dari sebelumnya Rp12.300 mendapat sorotan tajam dari media asing.
Kenaikan ini mulai berlaku pada Rabu (10/6) dan menjadi yang pertama dalam beberapa bulan terakhir.
PT Pertamina Patra Niaga, juga menaikkan harga Pertamax Green 95 menjadi Rp17.000 per liter dari Rp12.900.
Sementara itu, harga bahan bakar bersubsidi seperti Pertalite (RON90) dan Biosolar tetap masing-masing di Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Salah satu media Malaysia, The Star dalam ulasannya menyebut kenaikan harga ini diperkirakan akan berdampak pada biaya transportasi dan tekanan biaya hidup di Indonesia.
"Kenaikan harga ini diperkirakan akan berdampak pada biaya transportasi dan tekanan biaya hidup di Indonesia, seiring fluktuasi harga energi global yang masih berlanjut," ulas media Malaysia tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penyesuaian harga dilakukan berdasarkan formula yang telah ditetapkan pemerintah.
“Harga jual ditentukan melalui koordinasi dengan pemerintah sebagai regulator, untuk memastikan keberlanjutan pasokan dan distribusi bahan bakar berkualitas,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Ia menjelaskan, evaluasi harga dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta kondisi pasar.
Baca Juga: Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah
Langkah ini juga bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan kepastian pasokan energi.
“Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman dan tersedia di seluruh jaringan SPBU,” tambahnya.
Berita Terkait
-
Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah
-
Kantongi 5 Alat Bukti, Bareskrim Polri Jerat Founder PT DSI Sebagai Tersangka Baru
-
Timnas Indonesia dan Thailand Punya Nasib Berbeda dalam Persiapan Piala Asia 2027
-
PSSI Murka Usai Beckham Putra Diprovokasi Suporter di GBK
-
Matheo In Rio Rilis 'Karena Kau Wanita' untuk Perempuan yang Selalu Terlihat Kuat
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda