- Forum Jupnas Gizi mempertanyakan efektivitas pengawasan Program Makan Bergizi Gratis dalam rapat koordinasi pemerintah pada 11 Juni 2026.
- Pemerintah menemukan pembengkakan 6.877 titik layanan, dugaan jual beli posisi, serta perlunya verifikasi ulang 63 juta penerima manfaat.
- Ketidakkonsistenan data dan perubahan indikator keberhasilan program menimbulkan keraguan publik terhadap transparansi serta tata kelola Badan Gizi Nasional.
Suara.com - Forum Jurnalis Ketahanan Pangan Nasional dan Gizi Indonesia (Forum Jupnas Gizi) mempertanyakan berbagai temuan yang diungkap pemerintah dalam rapat koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, pada 11 Juni 2026.
Ketua Umum Forum Jupnas Gizi, Rival Achmad Labbaika, menilai wajar jika muncul pertanyaan publik terkait efektivitas pengawasan dan evaluasi program setelah pemerintah mengungkap adanya pembengkakan ribuan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dugaan praktik jual beli titik, verifikasi ulang data penerima manfaat, hingga penataan ulang program secara nasional.
“Jika berbagai persoalan besar dalam Program MBG baru ditemukan sekarang, lalu apa yang sebenarnya dimonitor, dievaluasi, dan dikendalikan selama ini?” kata Rival dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, pertanyaan tersebut muncul di tengah berbagai perkembangan yang mengguncang Badan Gizi Nasional (BGN), mulai dari penetapan sejumlah pimpinan BGN sebagai tersangka, beredarnya nama-nama yang disebut terkait dugaan intervensi penentuan titik SPPG, hingga munculnya tersangka baru berinisial AYS yang dalam berbagai informasi disebut memiliki kedekatan dengan figur yang sebelumnya menjadi perhatian dalam perkara tersebut.
Padahal, selama berbulan-bulan publik menerima informasi bahwa jumlah penerima manfaat terus meningkat, jumlah SPPG bertambah, target berjalan, dan program disebut menunjukkan progres positif.
Rival mengingatkan bahwa berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2025, Zulkifli Hasan ditunjuk sebagai Ketua Tim Koordinasi MBG dan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Ketua Pelaksana Harian yang bertugas melakukan koordinasi, monitoring, evaluasi, dan pengendalian program secara nasional.
“Artinya, jauh sebelum menjabat Kepala BGN, Ibu Nanik sudah berada dalam struktur pengawasan program. Karena itu publik berhak bertanya apakah persoalan ini baru terjadi sekarang atau baru diumumkan sekarang,” ujarnya.
Menurut Rival, kontradiksi mulai terlihat ketika fakta-fakta yang disampaikan pemerintah pada 11 Juni 2026 dibandingkan dengan narasi yang selama ini disampaikan kepada publik.
Dalam rapat koordinasi tersebut, pemerintah menyampaikan bahwa kebutuhan nasional berada pada kisaran 21.000 SPPG, sementara jumlah yang terdaftar telah mencapai 27.877 SPPG atau kelebihan sekitar 6.877 titik.
Baca Juga: DPR Endus Pemborosan Rp1 T di BGN, Desak Audit Investigatif Ribuan Dapur MBG
Pemerintah juga mengungkap adanya dugaan praktik jual beli titik SPPG yang disebut berkontribusi terhadap pembengkakan tersebut.
Selain itu, pemerintah menyatakan perlunya verifikasi ulang terhadap lebih dari 63 juta penerima manfaat serta penataan ulang terhadap 27.877 SPPG.
Menurut perhitungan yang disampaikan dalam rapat tersebut, kelebihan 6.877 titik berpotensi menambah kebutuhan anggaran sekitar Rp1 triliun per bulan atau sekitar Rp12 triliun per tahun apabila tidak segera ditata ulang.
“Jika persoalan sebesar ini telah diketahui sebelumnya, mengapa tidak disampaikan kepada publik? Sebaliknya, jika baru ditemukan sekarang, bagaimana sistem pengawasan gagal mendeteksinya lebih awal?” katanya.
Rival kemudian menyoroti kronologi penyampaian data pemerintah sepanjang Maret hingga Juni 2026.
Pada Maret 2026, pemerintah menyampaikan bahwa MBG telah menjangkau lebih dari 61 juta penerima manfaat melalui 24.443 SPPG dengan dukungan 32.869 petugas pengawas lapangan.
Berita Terkait
-
DPR Endus Pemborosan Rp1 T di BGN, Desak Audit Investigatif Ribuan Dapur MBG
-
6 Poin Kritis dr. Tirta di Tengah Carut-Marut Kebijakan: Dari Pertamax hingga Makan Bergizi Gratis
-
Purbaya Tunggu Keputusan Prabowo soal Potong Anggaran MBG
-
Program MBG Boros Rp1 T per Bulan, Pengamat: Mereka Memperhitungkan Ini untuk Investasi Pemilu 2029
-
Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Massa Mahasiswa ke Aparat di Thamrin: Bapak Nanti Jaganya di HI Saja, Biarin Kita Jalan Dulu Pak!
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Diikuti Lebih Dari 45.000 Peserta dari 52 Negara
-
Jejak Angelo Pandeli: Pentolan Hells Angels yang Diburu Dunia Ditangkap di Bali
-
DPR Endus Pemborosan Rp1 T di BGN, Desak Audit Investigatif Ribuan Dapur MBG
-
Alasan Polisi Larang Mahasiswa Demo di Bundaran HI, Takut Jakarta Lumpuh
-
Kisah Ade dan Obed, PKL yang Ketiban Rezeki Nomplok di Tengah Riuhnya Demo Mahasiswa di Bundaran HI
-
Demo Mahasiswa: 5 Rute Transjakarta Berhenti dan MRT Tutup Sejumlah Akses Stasiun
-
CPJ Kecam Teror Kepala Ayam Busuk ke Floresa: Kebebasan Pers RI Tak Boleh Dikangkangi!
-
Inisiatif Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar Bermunculan, Mengapa Belum Banyak Digunakan Secara Luas?
-
Bukan yang di Foto Viral, Ini Rincian Asli Uang Rupiah-Valas yang Disita KPK di Rumah Silmy Karim