- Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, merespons dugaan pemborosan anggaran satu triliun rupiah pada Program Makan Bergizi Gratis.
- Badan Gizi Nasional diminta melakukan audit investigatif, memperketat pencairan anggaran, serta menindak tegas pengelola dapur yang melakukan pelanggaran.
- Program ini memerlukan evaluasi tata kelola menyeluruh dan reformasi internal agar efisiensi anggaran dapat tercapai di masa depan.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, memberikan respons tegas terkait mencuatnya isu dugaan pemborosan anggaran sebesar Rp1 triliun dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain masalah anggaran, program ini juga tengah disorot akibat tata kelola yang dinilai terlalu sentralistis.
Yahya menekankan lima poin krusial yang harus segera ditindaklanjuti oleh Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penanggung jawab program.
Pertama, Yahya mendesak dilakukan audit investigatif ribuan dapur jika ditemukan adanya kejanggalan dalam skema pembayaran.
"Jika terdapat kejanggalan atau penyimpangan pembayaran, hendaknya segera dilakukan audit," tegas Yahya kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).
Kedua, ia memperingatkan BGN agar lebih selektif dan pruden dalam mencairkan anggaran.
Menurutnya, akurasi data pengeluaran di lapangan adalah kunci untuk menghindari kebocoran uang negara.
"BGN harus berhati-hati dan memastikan pembayaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tidak boleh asal bayar; setiap rupiah yang dikeluarkan harus sesuai dengan pengeluaran riil yang dilakukan oleh setiap unit dapur," tambahnya.
Ketiga, politisi senior ini meminta adanya sanksi tegas bagi pengelola dapur yang terbukti melakukan pelanggaran.
Baca Juga: Program MBG Boros Rp1 T per Bulan, Pengamat: Mereka Memperhitungkan Ini untuk Investasi Pemilu 2029
Ia mengusulkan agar dapur-dapur yang menyimpang diberikan sanksi berupa pemberhentian sementara dari program MBG.
Keempat, Yahya menyoroti perlunya evaluasi total terhadap tata kelola program yang dianggap masih memiliki banyak lubang.
Ia meminta evaluasi dilakukan secara ketat untuk memastikan seluruh alur kerja sesuai dengan regulasi yang ada.
"Perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap tata kelola MBG. Pastikan pengelolaan berjalan sesuai aturan yang berlaku agar tidak ada lagi celah untuk penyimpangan," jelasnya.
Terakhir, Yahya memandang polemik ini sebagai momentum besar bagi BGN untuk melakukan reformasi internal.
Ia berharap kasus dugaan pemborosan ini menjadi pelajaran agar ke depannya BGN lebih konsisten dalam menjalankan kebijakan efisiensi.
"Ini adalah momentum bagi BGN untuk berbenah diri, memperbaiki segala kelemahan dan kekurangan yang ada. Jangan sampai kasus kelebihan bayar atau pemborosan terjadi lagi di masa depan. BGN harus konsisten dengan kebijakan untuk melakukan efisiensi anggaran," pungkasnya.
Berita Terkait
-
6 Poin Kritis dr. Tirta di Tengah Carut-Marut Kebijakan: Dari Pertamax hingga Makan Bergizi Gratis
-
Program MBG Boros Rp1 T per Bulan, Pengamat: Mereka Memperhitungkan Ini untuk Investasi Pemilu 2029
-
Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Negara Boncos Rp1 Triliun per Bulan, DPR Desak MBG Disetop Sementara
-
Bantah Klaim BEM UI, Polda Metro: Sampai Detik Ini Tak Ada Surat Pemberitahuan Demo
-
DEN Temukan Potensi 9 Juta Barel Tangki Minyak Menganggur, Disiapkan untuk Kondisi Krisis
-
'Ada Bukti Transfer Uang'! Pengakuan Saksi dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai
-
Jangan Tunggu Rakyat Menjerit! Guru Besar UMY Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan Energi Nasional
-
Sita Bom Molotov! Polisi Tangkap 2 Orang Diduga Ingin Tunggangi Demo Mahasiswa di Jakarta
-
Pegawainya Terjaring OTT KPK, Pengawasan Internal BPK Dinilai Gagal Total
-
IKN Tidak Urgent! DPR Diminta Tolak Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun
-
Siasat Penjual Es Teh di Demak Jadi Kedok Edarkan Sabu, Ternyata Residivis dan DPO!
-
Pramono Respons Demo Mahasiswa di HI: Silakan Protes, Jangan Rugikan Publik