- Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, membantah keras keterlibatannya dalam dugaan korupsi proyek Makan Bergizi Gratis di Badan Gizi Nasional.
- Klarifikasi disampaikan di Cikarang pada Kamis (11/6/2026) setelah namanya viral dalam daftar pihak yang diduga terseret kasus tersebut.
- Sumarni menjelaskan bahwa komunikasinya dengan mantan Wakil Kepala BGN hanyalah upaya membantu pendirian dapur gizi di pondok pesantren.
Suara.com - Kapolres Metro Bekasi, Komisaris Besar Pol. Sumarni, bereaksi keras terhadap tudingan yang menyeret namanya dalam pusaran dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Nama Sumarni sebelumnya viral di media sosial, masuk dalam daftar pihak yang disebut-sebut tersangkut kasus yang kini tengah disidik Kejaksaan Agung tersebut.
Menanggapi isu liar tersebut, Sumarni memberikan klarifikasi tegas bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki kaitan dengan penyimpangan proyek di Badan Gizi Nasional (BGN).
"Saya tegaskan bahwa saya tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam dugaan penyimpangan program MBG maupun aktivitas di lingkungan Badan Gizi Nasional," tegasnya di Cikarang, Kamis (11/6/2026).
Duduk Perkara: Berawal dari Daftar Viral
Nama perwira menengah Polri ini mendadak jadi sorotan setelah sebuah unggahan di media sosial mencantumkan daftar nama politisi, pejabat, hingga aparat penegak hukum yang dituduh terlibat dalam skandal MBG.
Sumarni mengakui memang pernah berkomunikasi dengan mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya. Namun, ia menekankan bahwa interaksi tersebut murni urusan sosial untuk kepentingan masyarakat di Jawa Barat, bukan urusan bisnis atau proyek.
"Saya pernah diminta tolong oleh yang bersangkutan untuk membantu pembuatan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di lingkungan pondok pesantren wilayah Cirebon. Itu saja, tidak ada yang lain," ujarnya.
Sumarni menjelaskan, pembicaraannya dengan Sony Sonjaya hanya seputar usulan pendirian unit layanan dapur SPPG di Pondok Pesantren Buntet, Cirebon. Ia merasa perlu membantu karena banyak pihak yang merasa hanya diberi janji manis tanpa realisasi.
"Cuma komunikasi saja. Banyak pihak dan banyak tokoh yang katanya akan diberikan SPPG. Tapi pada akhirnya juga tidak terealisasi," ungkap Sumarni.
Baca Juga: Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
Ia mengaku sempat menagih kejelasan program tersebut kepada Sony Sonjaya setelah menerima keluhan dari pihak-pihak yang dijanjikan program tersebut.
"Saya mengobrol dan diskusi dengan beliau, mohon izin Jenderal, minta tolong untuk SPPG karena banyak yang merasa hanya di-PHP. Itu saja. Tidak ada bayar-membayar. Saya tidak dibayar, saya juga tidak bayar dan tidak mendapatkan keuntungan apa pun," tambahnya.
Tegaskan Tak Ada Aliran Dana
Dengan nada tegas, Kapolres Metro Bekasi ini kembali menepis segala spekulasi miring terkait keterlibatannya dalam tindak pidana korupsi.
"Enggak benar itu. Saya tidak ada terlibat korupsi di BGN. Dulu saya hanya minta bantuan untuk Pondok Pesantren Buntet agar bisa didirikan SPPG," kata dia.
Saat ini, Kejaksaan Agung masih terus mendalami keterangan berbagai pihak untuk mengusut tuntas dugaan penyimpangan ini. Penyidik juga tengah menelusuri nama-nama yang muncul dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka Sony Sonjaya, mantan Wakil Kepala BGN yang kini telah mendekam di tahanan. (Antara)
Berita Terkait
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru
-
Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya
-
Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate
-
Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!
-
Komplotan Buzzer Diciduk Polda Metro Jaya, Rp220 Juta Hasil Pembayaran Disita
-
Hasil Babak Pertama: Mitchell Baker Gemilang, Timnas Indonesia Unggul 3-0
-
Kronologi CR-V Terguling di Depan Kejari Palembang, Tabrak Dua Mobil Parkir Usai Hindari Motor
-
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Airlangga Tak Ambil Pusing: Yang Penting Institusi Berjalan
-
Kronologi Komplotan Curanmor Bersenpi di Gandus Terbongkar, Satu Ditangkap dan Dua Masih Buron