Bisnis / Makro
Jum'at, 12 Juni 2026 | 16:39 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. [Dok. Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa keputusan mengenai anggaran program Makan Bergizi Gratis mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto.
  • Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah sedang melakukan penataan menyeluruh untuk menghitung kebutuhan anggaran program tersebut secara akurat.
  • Proses evaluasi di Jakarta diperkirakan akan menghasilkan efisiensi kebutuhan anggaran Makan Bergizi Gratis dibandingkan dengan perhitungan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan rencana pemotongan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) akan mengikuti keputusan Presiden RI Prabowo Subianto.

Menkeu Purbaya mengakui kalau dirinya sudah mendengar rencana potong anggaran MBG. Hanya saja ia tak mengungkapkan seberapa besar dana yang dipangkas.

"Kami ikuti keputusan Bapak Presiden," kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Jumat (12/6/2026).

Purbaya juga meminta publik untuk menunggu pernyataan resmi dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang.

Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi berkurang setelah pemerintah menyelesaikan penataan menyeluruh terhadap pelaksanaan program tersebut.

Menurut Prasetyo, pemerintah saat ini masih menghitung ulang kebutuhan riil anggaran MBG bersama Kementerian Keuangan dan Badan Gizi Nasional (BGN).

Massa yang tergabung dalam MBG Watch melakukan demonstrasi di depan Gedung Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Rabu (10/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Perhitungan itu dilakukan setelah ditemukan sejumlah persoalan yang tengah dievaluasi dalam program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Prasetyo menyebut pemerintah tidak sedang melakukan pemangkasan anggaran. Namun, hasil penataan diyakini akan menghasilkan kebutuhan anggaran yang lebih rendah dibandingkan perhitungan sebelumnya.

"Bukan pemangkasan ya, tapi dari hasil perhitungan, kita meyakini akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program makan bergizi gratis ini," kata Prasetyo di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga: Harga BBM Naik, Purbaya Pede Tak Semua Warga Pindah ke Pertalite

Ia menjelaskan pemerintah membutuhkan waktu untuk menyelesaikan proses penataan agar perhitungan anggaran dapat dilakukan secara lebih akurat dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

"Makanya kami minta waktu untuk juga menghitung dengan Kementerian Keuangan maupun dengan BGN," ujarnya.

Load More