- Pemerintah menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter guna mengurangi beban kompensasi pada anggaran negara.
- Kenaikan harga memicu migrasi konsumen ke Pertalite yang lebih murah, sehingga membebani anggaran subsidi BBM pemerintah secara nasional.
- Lonjakan permintaan Pertalite berpotensi menyebabkan kelangkaan bahan bakar bersubsidi dan memicu keresahan sosial di sejumlah wilayah SPBU.
Suara.com - Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter bukan sekadar perubahan angka di papan SPBU. Dalam hitungan jam, kebijakan itu mulai mengubah kebiasaan jutaan pengguna kendaraan.
Di sejumlah SPBU, antrean Pertalite tampak semakin padat. Sementara di jalur Pertamax, suasananya jauh lebih lengang.
Bagi banyak orang, terutama mahasiswa, pekerja, dan pengemudi ojek online, lonjakan harga hingga Rp3.950 per liter membuat pilihan bahan bakar kini lebih ditentukan isi dompet ketimbang preferensi kendaraan.
"Saya biasanya ngisi Pertamax, tapi kalau naiknya segini ya mikir-mikir, apalagi gaji nggak ikut naik," kata Ian, pekerja swasta di Yogyakarta.
Pemandangan serupa terlihat di SPBU 34.15417 Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan. Antrean sepeda motor mengular di dispenser Pertalite. Sebagian besar pengantre adalah mahasiswa dan pengemudi ojol yang berburu bahan bakar lebih murah.
Fenomena itu menjadi gambaran awal dampak kenaikan BBM nonsubsidi. Ketika harga melonjak, sebagian konsumen tak butuh waktu lama untuk berpindah pilihan.
Mengapa Pemerintah Membiarkan Pertamax Naik Tajam?
Pengamat Ekonomi Energi Fahmy Radhi menilai kenaikan harga Pertamax menunjukkan pemerintah mulai realistis menghadapi tekanan fiskal yang kian berat.
Selama tiga bulan terakhir, harga Pertamax ditahan. Namun kenaikan harga minyak dan biaya energi membuat ruang pemerintah untuk mempertahankan harga semakin sempit.
Baca Juga: Harga BBM Naik, Purbaya Pede Tak Semua Warga Pindah ke Pertalite
"Setelah ditahan selama 3 bulan, Pemerintah akhirnya menaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Penaikan ini mengindikasikan bahwa Pemerintah mulai realistis untuk mengurangi beban pengeluaran APBN untuk bayar kompensasi," kata Fahmy.
Logikanya sederhana. Ketika harga BBM nonsubsidi dinaikkan, beban kompensasi yang harus ditanggung negara berkurang. APBN pun bisa bernapas lebih lega.
Namun persoalannya tidak sesederhana itu.
Di lapangan, kenaikan harga justru membuka persoalan baru: semakin banyak konsumen mulai melirik Pertalite.
Dengan harga Pertamax Rp16.250 per liter dan Pertalite Rp10.000 per liter, selisih keduanya kini mencapai Rp6.250 per liter.
Angka itu terdengar kecil jika dihitung sekali isi. Tetapi dalam sebulan, dampaknya terasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
Terkini
-
Gaji Naik, Korupsi Turun? Sebuah Asumsi yang Perlu Diuji
-
Duel Chelsea vs AC Milan di Stadion GBK Bakal Dipenuhi Pemain Bintang
-
Empat Penyidik Polisi Diperiksa dalam Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
2 Hujan Meteor Akhir Juli 2026 Hiasi Langit Indonesia! Ini Jadwalnya
-
Taiwan Buka Beasiswa Belajar Bahasa Mandarin untuk Lulusan SMA Indonesia, Dapat Uang Saku Bulanan!
-
4 Tips Kamar Tidur Menurut Fengshui Agar Cepat Menikah
-
Mitchell Baker Hat-trick! John Herdman Terkesan dengan Debut Bintang Baru Timnas
-
Pemerintah Tagih Komitmen Mazda Jadikan Indonesia Basis Ekspor ke Australia
-
Perbandingan Kulkas Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Unggul?
-
Sepatu Heiden Heritage Buatan Mana? Ini 4 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula dan Pelari Pro