- Mahasiswa Universitas Brawijaya mengkritik efektivitas program Makan Bergizi Gratis, krisis regenerasi petani, serta hilirisasi riset kampus kepada Dudung Abdurachman.
- Dudung Abdurachman mengakui adanya masalah implementasi dan berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program makan bergizi serta modernisasi sektor pertanian.
- Hasil diskusi mengenai hambatan hilirisasi riset dan keberlanjutan ekonomi akan dilaporkan kepada Presiden sebagai bahan perumusan kebijakan nasional.
Suara.com - Dialog antara Kepala Staf Kepresidenan (Kastaf) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman dan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berubah menjadi forum kritik terhadap sejumlah program strategis pemerintah.
Mulai dari efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), krisis regenerasi petani, hingga mandeknya hilirisasi riset kampus menjadi sorotan utama.
Di hadapan Dudung, mahasiswa mempertanyakan kesiapan pemerintah mewujudkan swasembada pangan dan Indonesia Emas 2045 di tengah realitas mayoritas petani Indonesia yang telah berusia lanjut serta minimnya minat generasi muda terjun ke sektor pertanian.
Kritik paling tajam muncul ketika mahasiswa menyoroti bahwa pembangunan infrastruktur dan teknologi pertanian tidak akan berarti jika pemerintah gagal menyelesaikan persoalan regenerasi petani.
Mereka mengingatkan bahwa mencetak petani yang mandiri, adaptif, dan mampu mengelola teknologi modern membutuhkan waktu hingga belasan tahun, sementara saat ini sektor pertanian masih identik dengan kemiskinan dan rendahnya kesejahteraan.
Menanggapi hal itu, Dudung mengakui mayoritas petani Indonesia memang berusia di atas 40 tahun. Menurutnya, modernisasi pertanian menjadi kunci agar sektor agraria kembali menarik bagi generasi muda.
“Teknologi harus menjadi pintu masuk agar anak muda mau kembali melihat pertanian sebagai profesi yang menjanjikan,” ujarnya.
MBG Diakui Masih Bermasalah
Tak hanya sektor pertanian, mahasiswa juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.
Baca Juga: Mendikdasmen: Jutaan Guru Mau Program MBG Lanjut
Berdasarkan temuan di lapangan, terdapat perbedaan kualitas pelaksanaan antarwilayah, bahkan ditemukan makanan yang tidak habis dikonsumsi oleh penerima manfaat.
Dudung secara terbuka mengakui pemerintah menemukan berbagai persoalan dalam implementasi program unggulan tersebut dan memastikan evaluasi besar-besaran segera dilakukan.
“Pemerintah dalam waktu dekat akan melakukan evaluasi menyeluruh dan penataan ulang MBG,” kata Dudung.
Menurutnya, pemerintah telah menemukan disparitas kualitas pelaksanaan program di berbagai daerah sehingga membutuhkan pembenahan agar tujuan peningkatan gizi benar-benar tercapai.
Ia menegaskan, penataan ulang akan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni standar mutu gizi makanan, kualitas bahan pangan yang digunakan, dan ketepatan sasaran penerima manfaat, terutama di wilayah rawan stunting dan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
“Hal-hal seperti ini akan ditata ulang agar program benar-benar mencapai tujuannya, yaitu memastikan penerima manfaat memperoleh makanan yang bergizi, layak, dan benar-benar dikonsumsi,” tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Avtur Mahal dan Dolar Naik: Mengapa Maskapai Disalahkan?
-
Jatim Media Summit 2026, Pemprov Jatim Sebut Media Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif Daerah
-
Staf KPK Jadi Tersangka karena Peras Bupati Pemalang, Jubir: Ini Menjadi Introspeksi Kami
-
Enam Dokter Muda Wafat Dalam 5 Bulan! Mayoritas Burnout Akibat Sistem Internship yang Eksploitatif
-
Berangkat Pagi Ini, Berikut daftar 23 Pemain Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026
-
Physical Sunscreen Cocok untuk Kulit Apa? Ketahui agar Perlindungan Optimal
-
Pakai Nomor Keramat, Mariano Peralta Kirim Sinyal Bahaya untuk Rival Persib Bandung
-
Menunggu Vonis Abdul Wahid, Takbir Menggema di PN Pekanbaru
-
Ancaman El Nino Sangat Kuat, Pemerintah Diminta Siapkan Langkah Akurat Mitigasi
-
Menkomdigi Ubah Arah Infrastruktur Digital, Cloud dan Edge Computing Kini Jadi Prioritas