- Mahasiswa Universitas Brawijaya mengkritik efektivitas program Makan Bergizi Gratis, krisis regenerasi petani, serta hilirisasi riset kampus kepada Dudung Abdurachman.
- Dudung Abdurachman mengakui adanya masalah implementasi dan berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program makan bergizi serta modernisasi sektor pertanian.
- Hasil diskusi mengenai hambatan hilirisasi riset dan keberlanjutan ekonomi akan dilaporkan kepada Presiden sebagai bahan perumusan kebijakan nasional.
Riset Kampus Dinilai Mandek di Rak Perpustakaan
Persoalan lain yang mengemuka dalam diskusi adalah minimnya hilirisasi hasil riset perguruan tinggi.
Mahasiswa menilai banyak inovasi akademik berakhir hanya menjadi jurnal ilmiah tanpa pernah masuk ke dunia industri atau menghasilkan nilai ekonomi nyata.
Mereka mendesak pemerintah membangun ekosistem yang mampu menjembatani hasil penelitian kampus dengan kebutuhan pasar melalui dukungan pendanaan, inkubasi bisnis, hingga pembentukan perusahaan rintisan berbasis teknologi.
Dudung mengakui persoalan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah.
“Masalah utama kita sekarang adalah hilirisasi sumber daya manusia. Banyak ide bagus, tetapi berhenti sebagai dokumen tanpa implementasi,” katanya.
Hasil diskusi tersebut, lanjut Dudung, akan dilaporkan langsung kepada Presiden sebagai bahan evaluasi dan perumusan kebijakan lanjutan.
Ekonomi Ekstraktif Dipertanyakan
Mahasiswa juga mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menggeser pembangunan dari pola ekonomi ekstraktif menuju ekonomi yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: Mendikdasmen: Jutaan Guru Mau Program MBG Lanjut
Menjawab kritik tersebut, Dudung menegaskan pemerintah mulai mengarahkan pembangunan ke konsep ekonomi restoratif yang menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai fondasi ketahanan pangan jangka panjang.
“Kalau persoalan ekologis tidak diselesaikan, itu akan menjadi hambatan besar bagi ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123