-
Timnas Iran tiba di Los Angeles untuk Piala Dunia 2026 bersamaan dengan pengumuman kesepakatan damai AS-Iran.
-
Konflik politik sempat memaksa Iran memindahkan sisa pemusatan latihan ke Meksiko akibat kendala visa dan keamanan.
-
Pertandingan perdana Iran diwarnai aksi unjuk rasa diaspora serta dukungan hangat suporter dari wilayah perbatasan.
"Kami bukan orang politik," tegas Ghalenoei. "Kami di sini untuk bermain sepak bola dan mewakili masyarakat Iran yang penuh rasa hormat, baik orang Iran di dalam negeri maupun diaspora Iran."
Sebelum terbang ke Los Angeles, skuad Iran mendapatkan suntikan motivasi yang luar biasa dari para penggemar di Tijuana, Meksiko. Ratusan suporter memadati trotoar di depan hotel tempat tim menginap dan terus meneriakkan yel-yel dukungan saat pemain memasuki bus.
Para pemain membalas sambutan tersebut dengan lambaian tangan dan senyuman hangat. Beberapa ofisial tim bahkan mengabadikan momen penuh keakraban tersebut menggunakan ponsel mereka.
Salah satu suporter membentangkan spanduk mencolok yang menegaskan solidaritas mereka terhadap perjuangan Team Melli.
"Iran, kamu tidak akan pernah berjalan sendirian. Meksiko berdiri bersamamu."
Kerumunan massa di Meksiko bahkan menyanyikan lagu khusus dalam bahasa Spanyol yang berbunyi, "Iran, saudaraku, kamu adalah orang Meksiko sekarang."
Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyaksikan langsung pelepasan emosional tersebut dari luar hotel. Komunitas warga Iran di Tijuana sebenarnya sangat kecil, berbanding terbalik dengan Los Angeles yang menjadi kantong diaspora terbesar di dunia.
Kawasan Los Angeles, yang sering dijuluki "Tehrangeles", menjadi rumah bagi puluhan ribu warga keturunan Iran-Amerika. Keberadaan mereka dipastikan akan memberi warna tersendiri dalam laga-laga Iran berikutnya.
Piala Dunia 2026 mencatatkan sejarah baru yang belum pernah terjadi sejak turnamen ini pertama kali digulirkan pada tahun 1930. Ini menjadi momen pertama di mana sebuah negara tuan rumah menerima kedatangan tim nasional dari negara yang sedang terlibat perang dengannya.
Baca Juga: Fakta-fakta Kesepakatan Damai Amerika Serikat - Iran
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Hadiri Pujabakti Waisak Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi Ajak Warga Bijak Manfaatkan Hasil Bumi
-
Cegah Pubertas Dini, Saat Persiapkan Kehamilan Perhatikan Paparan BPA dari Galon Guna Ulang
-
Viral Perempuan Brasil Tewas Lompat Bungee Jumping Tanpa Pasang Tali Pengaman
-
Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat
-
Fakta-fakta Kesepakatan Damai Amerika Serikat - Iran
-
Kekerasan Seksual Dialami Tiga Siswi Kelas 2 SD, Kasus Terungkap dari Cerita Korban Saat Bermain
-
Rayu Investor Global di Singapura, Pramono Anung: Jakarta Terbuka bagi Investasi Hijau
-
Selat Hormuz Dibuka Jumat Besok Setelah Amerika Serikat dan Iran Damai
-
Iran: Cabut Semua Saksi Terhadap Kami!
-
Karhutla Naik Hampir Delapan Kali Lipat, Perlukah Indonesia Mulai Pikirkan Pembakaran Terkendali?