News / Nasional
Senin, 15 Juni 2026 | 17:42 WIB
Gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Menggugat menggelar unjuk rasa bertajuk "Prabowo-Gibran Gagal Total" di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026). (Suara.com/Juan)
Baca 10 detik
  • Aliansi Cipayung Menggugat menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR RI Jakarta pada Senin, 15 Juni 2026.
  • Mahasiswa menuntut pengunduran diri Presiden Prabowo Subianto serta perubahan kebijakan subsidi BBM dan program makan bergizi gratis.
  • Aksi diwarnai tindakan represif aparat yang mengakibatkan satu mahasiswa mengalami intimidasi dan kekerasan fisik selama proses pengamanan.

Suara.com - Gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Menggugat menggelar unjuk rasa bertajuk "Prabowo-Gibran Gagal Total" di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Aliansi mahasiswa ini terdiri oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur, dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Jakarta Timur.

Ketua Dewan Pengurus Cabang GMNI Jakarta Timur, Jang Sen, menyatakan aksi ini murni merupakan gerakan moral dan etis mahasiswa untuk menyuarakan aspirasi rakyat, bukan sebuah upaya makar.

"Gerakan kami ini gerakan moral, bukan gerakan makar. Kami tidak melakukan yang namanya upaya kudeta, sama sekali tidak. Tapi cara aparat memperlakukan kami seolah kami melakukan kudeta," tegas Jang kepada awak media.

Ia kemudian menilai anggota DPR gagal menjadi penyambung lidah rakyat. Buktinya, tak ada satu pun anggota dewan yang berani menemui massa hingga konferensi pers digelar.

Aksi yang awalnya berjalan damai sempat memanas dipicu oleh simbolisasi pembakaran ban oleh mahasiswa.

Aliansi mahasiswa menyayangkan respons aparat keamanan—terutama oknum kepolisian berpakaian preman—yang dinilai melakukan tindakan represif di luar SOP.

Satu orang mahasiswa bernama Ja'wan Fahli, yang menjabat sebagai Wakabid Politik dan Hubungan Antar Lembaga DPC GMNI Jakarta Timur, sempat diamankan oleh pihak kepolisian.

Gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Menggugat menggelar unjuk rasa bertajuk "Prabowo-Gibran Gagal Total" di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026). (Suara.com/Juan)

Ja'wan yang telah dibebaskan mengaku sempat mendapatkan intimidasi verbal dan kekerasan fisik berupa pemukulan di bagian perut.

Baca Juga: Kunjungan Presiden Jerman dan Demo Mahasiswa Digelar Bersamaan, 6.675 Personel Gabungan Disiagakan

"Kami mohon atensi dari Pak Kapolda dan Pak Kapolri terkait tindakan-tindakan represif hitam yang melanggar SOP Kepolisian ini. Jangan sampai kebebasan kami dalam menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR dibungkam," ujar Jang.

Dalam aksinya, mereka membawa sejumlah tuntutan. Di antaranya yakni:

  1. Meminta Prabowo Subianto untuk mengundurkan diri sebagai Presiden dan Wakil Presiden.
  2. Dana MBG dialihkan untuk pendidikan gratis.
  3. Turunkan harga BBM.
  4. Evaluasi total Program Makan Bergizi
  5. Hentikan sementara program MBG.

Load More