- Suster Sesilia mendukung aksi mahasiswa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin, 15 Juni 2026.
- Ia mengkritik program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa yang dinilai membebani anggaran negara secara tidak efektif.
- Suster Sesilia menyoroti dampak Proyek Strategis Nasional di Merauke yang dianggap mengabaikan hak-hak kesejahteraan masyarakat lokal setempat.
Suara.com - Pemandangan berbeda terlihat di tengah riuhnya aksi unjuk rasa yang memadati kawasan depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Di bawah langit Jakarta yang mulai meredup dan mendung sekitar pukul 17.30 WIB, seorang biarawati tampak berdiri kokoh di antara kerumunan massa aksi.
Ia adalah Suster Sesilia, pemimpin Yayasan Generasi Baru Bahana Indonesia (GEBBANA). Dirinya memilih hadir langsung untuk memberikan dukungan moral kepada para mahasiswa yang sedang menyuarakan aspirasi mereka.
Kehadiran Suster Sesilia di tengah demonstrasi ini bukan tanpa alasan. Di saat eskalasi politik meningkat, ia merasa terpanggil untuk berdiri bersama elemen masyarakat, khususnya kaum muda.
Baginya, keberanian mahasiswa dalam mengkritisi jalannya pemerintahan adalah sebuah harapan bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia.
Ia melihat ada ketulusan dalam gerakan yang dibangun oleh para intelektual muda tersebut dalam merespons situasi negara yang sedang tidak baik-baik saja.
Kepada Suara.com, Suster Sesilia mengatakan kehadirannya dalam unjuk rasa di depan Gedung DPR ini terdorong oleh kepedulian kepada mahasiswa.
Kehadirannya menjadi simbol bahwa keresahan terhadap kebijakan publik kini telah merambah ke berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan religius yang biasanya jarang terlihat di barisan depan demonstrasi politik.
"Mereka (mahasiswa) peduli dengan situasi negara saat ini. Nah, itu yang bikin saya peduli dengan perjuangan mereka, karena mereka adalah masa depan bangsa. Saya tidak berorasi, tapi saya dukung suara mahasiswa," ujarnya di sela-sela suara orasi massa aksi.
Baca Juga: BEM SI Nilai DPR Tak Pro Rakyat, Malah Fokus Bahas RUU Polri
Kritik Program MBG dan Koperasi Desa
Dalam aksinya tersebut, Suster Sesilia tidak sekadar hadir secara fisik. Ia membawa keresahan mendalam terkait arah kebijakan pemerintah yang dinilai memerlukan evaluasi total.
Fokus utamanya tertuju pada beberapa program unggulan pemerintah yang saat ini tengah berjalan, namun dianggapnya justru membebani keuangan negara tanpa memberikan dampak signifikan bagi rakyat kecil.
Tuntutan dari mahasiswa, bagi Suster Sesilia, adalah hal yang benar dan tepat untuk disuarakan.
Ia turut menyoroti beberapa program pemerintah yang dinilai perlu dibenahi yakni: Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, kedua program tersebut menghabiskan uang negara dalam jumlah besar.
Berita Terkait
-
BEM SI Nilai DPR Tak Pro Rakyat, Malah Fokus Bahas RUU Polri
-
Diadang Polisi, Mahasiswa Uhamka Tuntut Evaluasi MBG dan Kenaikan BBM
-
Mana yang Turun Duluan? Banner Demo Mahasiswa di DPR Sindir Kenaikan BBM hingga Jabatan Prabowo
-
Bukan Gerakan Makar, Aliansi Cipayung: Cara Aparat Memperlakukan Kami Seolah Kami Melakukan Kudeta
-
Mahasiswa UBK: Presiden Kerap Tinggalkan Rakyat, Kedaulatan Masih Mengemis!
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Periksa Pejabat ESDM, KPK Usut Produksi Metrik Ton Batu Bara hingga Setoran PNBP dalam Kasus Kukar
-
Komnas HAM Desak Sanksi SPPG Terbukti Sebabkan Keracunan MBG
-
Tolak Kelola Dapur MBG Demi Etika, Wali Murid di Sleman Bongkar Sisi Buruk Makan Bergizi Gratis
-
BGN Siapkan Efisiensi Besar-Besaran, 8 Juta Penerima MBG Terancam Dicoret
-
KPK Telusuri Aset Tersangka Korupsi Haji Rp622 Miliar, Pengelola Apartemen Ikut Diperiksa
-
Mengapa Keterlibatan Komcad di Pengamanan Demo Mahasiswa Jadi Alarm Demokrasi?
-
Alasan Efisiensi, BGN Mau Hapus MBG Untuk Siswa SMA
-
Resmikan 8 MPP Baru, Menteri Rini: Masyarakat Membutuhkan Layanan yang Mudah dan Terintegrasi
-
Fisipol Menolak Bungkam, Mahasiswa UGM 'Hukum' Penguasa di Halaman Kampus
-
Bahas Anggaran 2027, Kepala BGN Nanik S Deyang Resmi Tunjuk Agustina Arumsari Jadi Jubir