- Pemerintah mengusulkan rehabilitasi 1.350 rumah tidak layak huni di Jakarta Barat melalui program bantuan stimulan perumahan swadaya.
- Sebanyak 900 rumah telah memenuhi persyaratan administrasi dan sedang menunggu verifikasi lanjutan dari pemerintah pusat untuk menerima bantuan.
- Setiap rumah akan menerima bantuan sebesar Rp20 juta untuk perbaikan fisik bangunan guna mewujudkan lingkungan hunian yang lebih tertata.
Suara.com - Sebanyak 1.350 rumah tak layak huni (RTLH) di Jakarta Barat diusulkan untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat.
Usulan tersebut merupakan hasil pendataan yang dilakukan perangkat wilayah bersama instansi terkait di seluruh Jakarta Barat. Dari total 1.350 rumah yang diusulkan, sekitar 900 unit telah memenuhi persyaratan administrasi awal dan kini menunggu proses verifikasi lanjutan dari pemerintah pusat.
"Untuk Jakarta Barat terdapat sekitar 1.350 rumah yang diusulkan program BSPS. Dari jumlah tersebut, sekitar 900 rumah sudah memenuhi persyaratan administrasi awal. Namun proses verifikasi masih terus berjalan untuk memastikan data penerima benar-benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah saat menghadiri kunjungan dua menteri Kabinet Merah Putih di Kelurahan Kalianyar, Tambora, Senin (15/6/2026).
Program BSPS diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Selain itu, status kepemilikan lahan juga menjadi salah satu syarat utama yang harus lolos proses verifikasi.
"Data penerima bantuan mengacu pada hasil verifikasi pemerintah pusat. Selain kondisi rumah, status tanah juga harus jelas agar bantuan dapat disalurkan sesuai aturan yang berlaku," jelas Iin.
Sementara itu, Lurah Kalianyar Iman Suhendar mengatakan, dari 49 rumah yang diusulkan pada tahap awal di wilayahnya, sebanyak 29 unit telah lolos verifikasi dan siap direhabilitasi.
"Dari 49 rumah yang diusulkan, sebanyak 29 rumah telah lolos verifikasi dan siap mendapatkan bantuan. Sebanyak 20 unit rumah dijadwalkan mulai dikerjakan pada Juni, sedangkan sembilan unit lainnya pada Juli 2026. Sisanya masih dalam proses verifikasi," kata Iman.
Setiap rumah penerima bantuan akan memperoleh anggaran sebesar Rp20 juta, yang terdiri atas Rp17,5 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. Proses rehabilitasi juga akan didampingi oleh tim teknis dari pemerintah.
Iman menjelaskan, bantuan tersebut tidak diberikan dalam bentuk uang tunai kepada penerima. Dana akan dikelola melalui kelompok penerima manfaat untuk memastikan seluruh anggaran digunakan sesuai peruntukannya.
Baca Juga: Jejak Silmy Karim Palak WNA dalam Proses Izin Tinggal
"Penerima bantuan tidak menerima uang secara langsung. Dana bantuan digunakan untuk pembelian material bangunan yang dikelola melalui kelompok penerima manfaat. Mekanisme ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar digunakan untuk memperbaiki rumah," ujarnya.
Iin menegaskan, program BSPS tidak hanya bertujuan memperbaiki kondisi fisik rumah warga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya penataan kawasan permukiman padat di Jakarta Barat secara menyeluruh.
"Kami berharap masyarakat dapat mendukung program ini karena manfaatnya sangat besar. Tidak hanya memperbaiki rumah warga yang tidak layak huni, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan tertata," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!
-
Bela Prabowo, Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh
-
Geger! Penemuan Mayat Terendam di Cianjur, Berawal dari Sepasang Sepatu Bot
-
BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah
-
Reuni Taufik Hidayat vs Lin Dan di Jakarta! 7 Peraih Emas Olimpiade Ramaikan Shuttle Open 2026
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara
-
Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini
-
Bulog Edukasi Masyarakat Kenali Mutu Beras, Pastikan Masyarakat Mendapatkan Informasi Tepat
-
Lari Sambil Selamatkan Bumi, PLN Electric Run 2026 Punya Misi Pangkas 24 Ton Emisi Karbon
-
Menteri Ekraf Melihat Langsung Dapur Kreatif Industri Kecantikan di Malang