- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghadapi krisis lahan pemakaman akibat penghapusan anggaran pengadaan lahan senilai Rp100 miliar tahun 2026.
- Ketidakseimbangan jumlah kematian harian dengan ketersediaan lahan diperparah oleh adanya hunian liar di area pemakaman yang terbengkalai.
- DPRD mengusulkan pembelian lahan di luar wilayah administratif Jakarta serta optimalisasi pemanfaatan makam lama yang tidak terurus.
Suara.com - Jakarta diklaim menghadapi krisis pemakaman yang kian mengkhawatirkan setelah anggaran pengadaan lahan makam senilai Rp100 miliar dicoret dari anggaran daerah tanpa ada rencana pengganti yang jelas.
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Pantas Nainggolan, mengungkapkan keprihatinannya setelah tidak memperoleh jawaban yang memuaskan dari pemerintah terkait penambahan lahan makam dalam rapat yang digelar belum lama ini.
"Berarti gawat dong kalau kita lihat Jakarta darurat kuburan," ujar Pantas, Rabu (17/6/2026).
Kondisi ini diperparah oleh fakta bahwa jumlah kematian harian di Jakarta sudah tidak lagi sebanding dengan ketersediaan lahan pemakaman yang ada.
Pantas menyebut belum ada rencana penambahan lahan makam dalam waktu dekat.
"Kan memang itu, nggak tambah lagi, karena untuk beli lahan nggak ada lagi," kata dia.
Sejumlah area pemakaman yang sudah ada pun telah ditempati warga sebagai hunian liar, yang menunjukkan bahwa kawasan tersebut sudah lama tidak terkelola dengan baik.
"Saya pernah reses di situ. Kaget dong saya juga, ada yang tinggal di sana," tutur Pantas.
Sebagai jalan keluar, Pantas mengusulkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berani membeli lahan pemakaman di luar wilayah administratif Jakarta, dengan mengadopsi model yang selama ini digunakan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang di Bekasi.
Baca Juga: ACSET Pastikan Proyek Dikerjakan dengan Tata Kelola yang Baik
"Kalau saya, sebenarnya bisa kita antisipasi. Kita buat suatu regulasi atau Perda boleh beli di wilayah administratif lain," usul Pantas.
Ia juga mendorong pemerintah mengoptimalkan makam-makam tua yang sudah lama terlantar dan tidak lagi diurus oleh pihak keluarga maupun yayasan pengelolanya.
"Makam-makam kalau katakan seperti sewa, konsep sewa kita kan tiga tahun tidak diperpanjang, hilang kan? Ini katakan lah 20 tahun sudah nggak ada yang ngurus semua," jelas Pantas.
Pantas menegaskan bahwa persoalan ini membutuhkan keberanian politik dari Pemprov DKI Jakarta untuk segera mengambil langkah konkret sebelum krisis tersebut semakin tidak terkendali.
Berita Terkait
-
ACSET Pastikan Proyek Dikerjakan dengan Tata Kelola yang Baik
-
Menyusuri Wajah Baru Rasuna Said: Lantai Bermotif, Jalur Sepeda, dan Impian Kota Ramah Pejalan Kaki
-
Pesan Tegas Shin Tae-yong untuk PSSI: Masa Depan Sepak Bola Indonesia Ada di Tangan Pemain Muda
-
Catat Tanggalnya! Intip Keseruan Event Besar Thai Festival Jakarta 2026
-
Gaji Tembus Rp5,7 Juta! Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Padat Karya bagi Warga Jakarta
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
Terkini
-
Kasus Pemerkosaan EZ Buka Tabir Rentannya Buruh Disabilitas Perempuan di Perkebunan Sawit
-
Pemprov Jateng Sabet Penghargaan Program E-Learning ASN Berintegritas dari KPK
-
Satu Tewas Akibat Bencana Gempa Sulteng! Istana Koordinasi Demi Pemulihan Sigi dan Palu
-
Prabowo Gelar Rapat di Hambalang, Terima Laporan soal Haji hingga Pendidikan
-
KPK Sudah Selidiki Kasus MBG Lebih Dulu, Terbuka Jika Kejagung Mau Koordinasi
-
KPK Minta Tambah Anggaran Rp762 Miliar, Sahroni: Tanggung, Rp5 Triliun Sekalian!
-
Guru Besar UI Bongkar Keanehan Program MBG, Data Stunting dan Lokasi Dapur Tak Nyambung
-
ACSET Pastikan Proyek Dikerjakan dengan Tata Kelola yang Baik
-
Prabowo Tak Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Pilih Fokus Selesaikan Urusan Dalam Negeri
-
1,4 Juta Lansia Terancam Tak Dapat Bantuan, Gus Ipul Minta Tambah Anggaran Rp22 T