News / Internasional
Rabu, 17 Juni 2026 | 19:54 WIB
Kepolisian Vietnam menyita lebih dari 400 kucing curian dalam operasi besar-besaran yang membongkar jaringan perdagangan daging kucing di Kota Ho Chi Minh. [Handout/Humane World for Animals Viet Nam via AP]
Baca 10 detik
  • Polisi Kota Ho Chi Minh menyita lebih dari 400 kucing curian dan menahan sembilan tersangka jaringan perdagangan ilegal.
  • Operasi tersebut mengungkap praktik pencurian hewan yang telah berlangsung selama tiga tahun di wilayah Vietnam bagian selatan.
  • Sebagian kucing berhasil dipertemukan kembali dengan pemiliknya, namun puluhan ekor lainnya ditemukan mati akibat kondisi penangkapan buruk.

Suara.com - Kepolisian Vietnam menyita lebih dari 400 kucing curian dalam operasi besar-besaran yang membongkar jaringan perdagangan daging kucing di Kota Ho Chi Minh.

Penggerebekan tersebut mengungkap praktik pencurian hewan peliharaan yang diduga telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Melansir Aljazeera, Rabu (17/6/2026), lebih dari 40 kucing yang berhasil diselamatkan telah dipertemukan kembali dengan pemiliknya.

Namun, puluhan kucing lainnya dilaporkan mati akibat kondisi penampungan yang buruk saat ditemukan petugas.

Kepala kampanye penghentian konsumsi daging anjing dan kucing dari Humane World for Animals, Karanvir Kukreja, menyebut operasi tersebut sebagai pengingat akan besarnya skala perdagangan daging kucing di Vietnam.

"Kasus ini menjadi pengingat yang menyadarkan tentang besarnya jaringan perdagangan daging kucing yang masih beroperasi di Vietnam," kata Kukreja dalam pernyataannya.

Pengungkapan kasus bermula dari penyelidikan atas serangkaian laporan pencurian hewan peliharaan di Kota Ho Chi Minh.

Hasil penyelidikan mengarahkan polisi pada jaringan perdagangan daging kucing yang kemudian berujung pada penangkapan sembilan tersangka.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan 45 kandang yang berisi sekitar 400 kucing hidup.

Baca Juga: Rating Melejit, Pemain dan Kru My Royal Nemesis Rencanakan Trip ke Vietnam

Selain itu, ditemukan pula empat kotak penyimpanan berisi es yang menampung sekitar 80 bangkai kucing. Di lokasi berbeda, polisi juga menemukan 21 kucing hidup lainnya.

Divisi Kepolisian Kriminal Kota Ho Chi Minh menyebut para tersangka mengaku telah menangkap dan mengumpulkan kucing dari berbagai wilayah di Vietnam selatan selama tiga tahun terakhir, termasuk di Kota Ho Chi Minh, Provinsi Tay Ninh, dan An Giang.

Kukreja mengatakan jutaan hewan setiap tahunnya berisiko menjadi korban pencurian untuk memenuhi permintaan perdagangan daging anjing dan kucing. Hewan-hewan tersebut umumnya ditangkap dari jalanan atau dicuri dari pemiliknya sebelum dijual untuk dikonsumsi.

Sementara itu, perwakilan organisasi Vietnam Cat Welfare, Chris Gindelhumer, yang turut membantu proses penyelamatan dan perawatan kucing, mengaku menyaksikan banyak momen haru selama proses identifikasi hewan oleh para pemilik.

"Sungguh mengharukan melihat banyak keluarga datang untuk mencari kucing mereka. Namun di sisi lain, ada pula keluarga yang pulang dengan kesedihan karena tidak menemukan hewan peliharaan mereka," ujarnya.

Menurut Gindelhumer, para dokter hewan dan relawan bekerja tanpa henti untuk merawat ratusan kucing yang berhasil diselamatkan dari jaringan tersebut.

Saat ini, konsumsi daging anjing dan kucing masih legal di Vietnam. Penjual diwajibkan memiliki izin yang membuktikan asal-usul hewan yang diperdagangkan.

Meski demikian, sejumlah daerah, termasuk Kota Hoi An, mulai bekerja sama dengan organisasi kesejahteraan hewan internasional untuk mengurangi hingga menghentikan konsumsi daging anjing dan kucing.

Setelah Korea Selatan mengesahkan larangan perdagangan daging anjing pada 2024, pemerintah Vietnam juga menyatakan tengah mengkaji reformasi sejumlah regulasi guna memperkuat perlindungan terhadap hewan peliharaan serta hak-hak pemiliknya.

Load More