-
Iran dan Amerika Serikat resmi menyepakati pakta damai untuk mengakhiri konflik bersenjata.
-
Perjanjian 14 poin tersebut berfokus memperluas gencatan senjata di Selat Hormuz.
-
Pakistan selaku mediator menyatakan kesepakatan strategis ini langsung berlaku secara penuh.
Suara.com - Blokade Selat Hormuz yang mencekik jalur perdagangan global resmi berakhir hari ini. Iran dan Amerika Serikat sepakat menghentikan perang bersenjata di kawasan Timur Tengah.
Kesepakatan bersejarah ini langsung memulihkan stabilitas energi dunia yang sempat terguncang. Pengiriman pasokan minyak global kini dipastikan kembali berjalan tanpa hambatan.
Langkah nyata ini diambil setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani memorandum bersama pemerintah Amerika Serikat. Kepastian tersebut dikonfirmasi melalui foto resmi yang dipublikasikan oleh media pemerintah Iran, IRNA.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump telah lebih dulu membubuhkan tanda tangan di atas salinan fisik dokumen tersebut di Versailles, Prancis. Setelah dokumen itu sah, pihak Washington langsung mengirimkan bukti foto perjanjian kepada Teheran.
Melalui dokumentasi yang disebarkan IRNA, Pezeshkian terlihat memegang berkas perjanjian yang ditulis dalam bahasa Farsi. Bagian bawah lembaran itu memperlihatkan tanda tangan sang Presiden Iran yang bersanding dengan tanda tangan Trump.
Rencana perdamaian ini dirangkum dalam dokumen setebal 800 kata yang mencakup 14 poin krusial. Fokus utamanya adalah memperluas wilayah gencatan senjata serta membuka kembali arus lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Keberhasilan perundingan ini tidak lepas dari peran aktif Pakistan yang bertindak sebagai mediator sepanjang konflik abadi ini berlangsung. Perwakilan Pakistan menegaskan kesepakatan damai kedua negara berkekuatan hukum tetap sejak ditandatangani.
Hubungan bilateral Iran dan Amerika Serikat sendiri bermula dari ketegangan menahun di jalur perairan strategis tersebut. Selat Hormuz selama ini menjadi urat nadi distribusi minyak dunia yang kerap memicu gesekan militer global.
Penandatanganan dokumen di Versailles dan Teheran ini menjadi titik balik penting bagi stabilitas geopolitik. Banyak pihak berharap kesepakatan 14 poin ini mampu meredam potensi perang terbuka di masa depan.
Baca Juga: Investor Ragu Komitmen Damai AS - Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
Terkini
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
Isi 14 Poin Perjanjian Damai AS - Iran Akhiri Perang
-
Libur Sekolah Tiba, Ini 3 Aktivitas Seru yang Bisa Dicoba Bersama Keluarga Tanpa Keluar Banyak Biaya
-
Usai Terima Massa Aksi, Gibran Ajak Mahasiswa Kunker Pantau MBG dan Kopdes Merah Putih
-
Eksekusi Eks Hotel Sultan Hari Ini, 3.161 Personel Gabungan Siaga di Blok 15 GBK
-
Akhirnya! Amerika dan Iran Tanda Tangan Perjanjian Sudahi Perang
-
Ajak Mahasiswa UI Kunker, Gibran Kawal Program MBG: Tiap Rupiah Harus Bermanfaat, Tanpa Korupsi!
-
KPK Pilih 'Rem Darurat', Serahkan Pengusutan Korupsi Makan Bergizi Gratis ke Kejaksaan Agung
-
Kemhan Gembleng 35.476 Pengelola Koperasi Desa di Markas TNI, Ini Bocoran Materi Latsarmil 45 Hari
-
MBG Disebut Langgar HAM, Natalius Pigai Tuding Komnas HAM Tak Paham Aturan