News / Internasional
Kamis, 18 Juni 2026 | 08:49 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Iran dan AS menyepakati pakta damai untuk membuka kembali jalur perdagangan Selat Hormuz. (IRNA)
Baca 10 detik
  • Iran dan Amerika Serikat resmi menyepakati pakta damai untuk mengakhiri konflik bersenjata.

  • Perjanjian 14 poin tersebut berfokus memperluas gencatan senjata di Selat Hormuz.

  • Pakistan selaku mediator menyatakan kesepakatan strategis ini langsung berlaku secara penuh.

Suara.com - Blokade Selat Hormuz yang mencekik jalur perdagangan global resmi berakhir hari ini. Iran dan Amerika Serikat sepakat menghentikan perang bersenjata di kawasan Timur Tengah.

Kesepakatan bersejarah ini langsung memulihkan stabilitas energi dunia yang sempat terguncang. Pengiriman pasokan minyak global kini dipastikan kembali berjalan tanpa hambatan.

Langkah nyata ini diambil setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani memorandum bersama pemerintah Amerika Serikat. Kepastian tersebut dikonfirmasi melalui foto resmi yang dipublikasikan oleh media pemerintah Iran, IRNA.

Detik-detik rudal Iran tembus pertahanan Israel. (Grup Telegram via Aljazeera)

Sebelumnya, Presiden Donald Trump telah lebih dulu membubuhkan tanda tangan di atas salinan fisik dokumen tersebut di Versailles, Prancis. Setelah dokumen itu sah, pihak Washington langsung mengirimkan bukti foto perjanjian kepada Teheran.

Melalui dokumentasi yang disebarkan IRNA, Pezeshkian terlihat memegang berkas perjanjian yang ditulis dalam bahasa Farsi. Bagian bawah lembaran itu memperlihatkan tanda tangan sang Presiden Iran yang bersanding dengan tanda tangan Trump.

Rencana perdamaian ini dirangkum dalam dokumen setebal 800 kata yang mencakup 14 poin krusial. Fokus utamanya adalah memperluas wilayah gencatan senjata serta membuka kembali arus lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Donald Trump resmi memerintahkan blokade laut Iran setelah negosiasi damai di Islamabad menemui jalan buntu. (Gemini AI)

Keberhasilan perundingan ini tidak lepas dari peran aktif Pakistan yang bertindak sebagai mediator sepanjang konflik abadi ini berlangsung. Perwakilan Pakistan menegaskan kesepakatan damai kedua negara berkekuatan hukum tetap sejak ditandatangani.

Hubungan bilateral Iran dan Amerika Serikat sendiri bermula dari ketegangan menahun di jalur perairan strategis tersebut. Selat Hormuz selama ini menjadi urat nadi distribusi minyak dunia yang kerap memicu gesekan militer global.

Penandatanganan dokumen di Versailles dan Teheran ini menjadi titik balik penting bagi stabilitas geopolitik. Banyak pihak berharap kesepakatan 14 poin ini mampu meredam potensi perang terbuka di masa depan.

Baca Juga: Investor Ragu Komitmen Damai AS - Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Load More