News / Nasional
Kamis, 18 Juni 2026 | 11:22 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (Suara.com/Dea)
Baca 10 detik
  • Kemensos menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di sepuluh kabupaten atau kota wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
  • Bantuan senilai hampir Rp1 triliun mencakup isian rumah, pemberdayaan ekonomi, serta jaminan hidup bagi 82 ribu lebih penerima manfaat.
  • Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan data terverifikasi oleh pemerintah daerah, Satgas PRR, dan BPS guna memastikan ketepatan sasaran penerima.

Suara.com - Kementerian Sosial (Kemensos) terus menyalurkan bantuan lanjutan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra. Bantuan tersebut diberikan di bawah koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, penyaluran bantuan akan dilakukan kepada masyarakat di 10 kabupaten/kota yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

"Dalam minggu ini kita akan menyalurkan bantuan-bantuan untuk bencana Sumatra khususnya di 10 kabupaten," kata Gus Ipul kepada wartawan, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, enam daerah penerima bantuan berada di Provinsi Aceh, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bireuen, Gayo Lues, Pidie Jaya, dan Kota Langsa.

Sementara di Provinsi Sumatra Utara, bantuan akan disalurkan kepada masyarakat di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga. Adapun di Provinsi Sumatra Barat, bantuan diberikan kepada warga terdampak di Kabupaten Padang Pariaman.

Menurut Gus Ipul, bantuan tersebut akan menjangkau lebih dari 82 ribu penerima manfaat. Bantuan yang diberikan meliputi bantuan isian rumah, bantuan pemberdayaan sosial ekonomi, serta bantuan jaminan hidup selama tiga bulan.

"Hampir Rp1 triliun yang kita salurkan kali ini, dan akan kita teruskan jika nanti datanya sudah tuntas, untuk kita salurkan pada periode berikutnya," ujarnya.

Gus Ipul mengatakan, penyaluran bantuan didasarkan pada data yang diusulkan pemerintah daerah melalui bupati dan wali kota. Data tersebut kemudian diperkuat oleh Kapolres dan Kepala Kejaksaan Negeri setempat serta telah melalui proses verifikasi dan validasi oleh Satgas PRR bersama Badan Pusat Statistik (BPS).

"Data yang sudah terverifikasi ini kemudian kita jadikan pedoman untuk menyalurkan bantuan-bantuan sosial," jelasnya.

Baca Juga: Jelang Konbes Banser, Gus Ipul Tegaskan Peran Banser sebagai Pengabdian Ulama untuk Bangsa

Ia menambahkan, setelah bantuan disalurkan, Kemensos bersama pendamping sosial dan pemerintah daerah akan melakukan monitoring serta evaluasi guna memastikan bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

"Kita ingin keluarga terdampak bisa segera pulih dan bisa melanjutkan usaha-usahanya yang ada atau bisa membangun satu kehidupan yang lebih baik," kata Gus Ipul.

Load More