Suara.com - Berbagai persoalan di tengah masyarakat menjadi sorotan Komisi D DPRD DKI Jakarta. Mulai dari keterbatasan fasilitas sanitasi hingga penanganan kawasan RW kumuh.
Ketua Komisi D Yuke Yurike mendorong pemerintah provinsi memprioritaskan perbaikan sarana dan prasarana dasar di kawasan permukiman kumuh.
Persoalan sanitasi masih menjadi keluhan masyarakat. Terutama terkait keterbatasan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) dan septic tank.
Upaya penataan kawasan kumuh tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik yang bersifat umum. Perlu juga menyentuh kebutuhan dasar warga.
Pasalnya, masih terdapat lingkungan permukiman yang mengandalkan MCK komunal. Bahkan, sebagian rumah warga belum punya fasilitas sanitasi memadai.
“MCK yang memang banyak juga yang masih komunal. Banyak juga memang perumahan-perumahan warga yang tidak memiliki MCK,” kata Yuke.
Alokasi Anggaran
Anggota Komisi D Nabilah Aboe Bakar Alhabsyi juga menyoroti minimnya alokasi anggaran penataan kawasan kumuh. Sebagaimana diatur dalam Pergub Nomor 33.
Menurut dia, keterbatasan anggaran kerap menjadi alasan tertundanya berbagai usulan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah masyarakat.
Baca Juga: Omzet Rp3,5 M, Setoran Parkir Blok M Square ke Kas Jakarta Cuma Rp711 Juta, Ada Apa?
Ia mengungkapkan, berbagai permohonan pembangunan yang diajukan melalui Community Infrastructure Program (CIP) dan Community Action Plan (CAP), sering kali harus menunggu. Sebab, keterbatasan anggaran.
Beberapa kali ada permohonan di daerah CIP-CAP itu, selalu muncul alasan kehabisan anggaran. “Mengantrilah seperti itu ya. Mengantri karena anggaran untuk pembangunan jembatannya sudah habis,” kata dia.
Nabilah menilai, kondisi tersebut tidak sejalan dengan cita-cita Jakarta sebagai kota global. Harapannya, jelang usia lima abad Jakarta, tidak ada lagi kawasan RW kumuh di ibukota.
Oleh sebab itu, Nabilah meminta peningkatan penganggaran untuk penataan RW kumuh. Fokus terhadap pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia menekankan, pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan dan saluran air sangat penting dibandingkan program yang bersifat kosmetik.
Hal senada diungkapkan Anggota Komisi D Bun Joi Phiau. Penanganan kawasan kumuh secara menyeluruh alias tuntas.
Komisi D berharap, masukan tersebut dapat menjadi perhatian perangkat daerah terkait dalam menyusun program pembangunan dan penganggaran.
Sehingga, percepatan penataan kawasan permukiman dan peningkatan kualitas hidup warga Jakarta dapat tercapai secara lebih optimal.
“Berarti RW itu mesti kita tuntasin pak,” kata Bun. ***
Berita Terkait
-
DPRD DKI Dukung Sensus Ekonomi 2026, Data Akurat Kebijakan Pembangunan
-
DPRD DKI Jakarta Sahkan Perda P4GN
-
Optimalisasi Pembangunan, DPRD DKI Dorong Percepat Penyerahan Aset Fasos Fasum
-
Baru Dilantik, Suhud Alynudin Bongkar Kondisi APBD Jakarta: Masih Defisit, Perlu Cari Cuan!
-
Komitmen pada Agenda Strategis Pembangunan, DPRD DKI Jakarta Fokus pada Pengelolaan Sampah
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Win Metawin Cerita Momen Nonton Piala Dunia di Fan Meeting Jakarta, Kini Ingin Bawa Keluarga ke Bali
-
Kemenpar Buka Suara soal Polemik Foto Baju Kurung di Situs Indonesia.travel
-
YouTube Ditegur Kemkomdigi: Promosi Rokok Elektronik di Live Streaming Merupakan Pelanggaran Serius
-
Bonceng Tiga dan Bawa Celurit, Tiga Pemuda Diduga Jambret Diciduk Polisi
-
Tumbuh Tanpa Kehilangan Akar: Desa Kemiren dan Jalan Panjang Merawat Budaya Osing
-
AMORA Special Offer dari BRI, Nasabah Bisa Raih Reward Tunai hingga 12 Persen
-
Sering Bangun Malam untuk Buang Air Kecil? Jangan Dianggap Wajar, Bisa Jadi Tanda Pembesaran Prostat
-
Bebas Telat Bayar dan Denda, BRI Hadirkan Fitur Tagihan Terjadwal di Aplikasi BRImo
-
Aktivasi BRImo Lewat InvestASIK Bisa Dapat Cashback, Simak Syarat dan Ketentuannya
-
Ketua Umum TP PKK Perkuat Program Sekolah Rakyat Lewat Bantuan untuk Siswa dan Guru di Biak Numfor