- Pansus DPRD DKI Jakarta menemukan indikasi kebocoran PAD dari sektor parkir di kawasan Blok M Square, Jakarta Selatan.
- Pansus menyoroti kesenjangan pendapatan antara operator dan pemerintah sehingga mendesak perubahan skema dari fixed income menjadi bagi hasil.
- DPRD mengusulkan digitalisasi sistem perparkiran serta mengancam jalur hukum jika ditemukan manipulasi laporan keuangan oleh pihak operator parkir.
Suara.com - Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta mengendus indikasi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kawasan Blok M Square, Jakarta Selatan.
Temuan tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Pansus DPRD DKI Jakarta, Fuadi Luthfi, seusai menggelar rapat evaluasi bersama jajaran eksekutif dan operator parkir PT Dinamika Mitra Pratama (Best Parking), Senin (27/4/2026).
Pola kerja sama yang telah berjalan selama 1,5 dekade terakhir, disebut Fuadi, justru memberikan dampak yang merugikan bagi pemerintah provinsi.
Berdasarkan data yang dihimpun, total pendapatan bruto dari sektor perparkiran Blok M Square diperkirakan mencapai angka Rp3,5 miliar per bulan.
Namun, Unit Pengelola (UP) Parkir DKI Jakarta tercatat hanya menerima setoran sebesar Rp711 juta setiap bulannya, melalui skema perjanjian fixed income.
“Ini sangat jomplang,” ujar Fuadi di Gedung DPRD DKI Jakarta.
Kesenjangan nominal tersebut memicu desakan agar skema kerja sama segera dirombak, demi mengedepankan asas keadilan bagi pendapatan daerah.
“UP Parkir kurang fair juga mendapatkan hasil segitu. Belum lagi untuk operator parkirnya,” tambah Fuadi.
Pansus DPRD DKI Jakarta menawarkan opsi sharing profit atau bagi hasil sebagai skema pengganti fixed income atau pendapatan tetap.
Baca Juga: Kerja 36 Jam hingga Tidur di Lorong, Kasatpol PP DKI: 35 Anggota Saya Meninggal Dalam Setahun!
Hal tersebut dipandang lebih akurat, karena perolehan pendapatan daerah nantinya akan berpatokan langsung pada volume kendaraan yang masuk.
Sebagai gambaran potensi yang ada, tercatat sedikitnya 15 ribu unit kendaraan memasuki area parkir Blok M Square dalam kurun waktu satu hari.
“Mudah-mudahan, siapapun yang mendapatkan perjanjian kerja sama dengan UP Parkir (Blok M Square), bisa memenuhi kriteria atau standar baku yang ditentukan,” kata Fuadi.
Selain menyoroti bagi hasil, legislator juga mengusulkan adanya digitalisasi menyeluruh pada sistem perparkiran guna menghapus metode manual.
“Ini penting untuk mencegah celah pungutan liar (pungli),” tegas Fuadi.
Pansus juga memberikan peringatan keras bahwa mereka tidak akan segan menempuh jalur hukum, apabila ditemukan adanya manipulasi dalam laporan keuangan.
“Dalam hal ini, kejaksaan. Biar mereka yang melakukan audit investigasi,” pungkas Fuadi.
Berita Terkait
-
Kerja 36 Jam hingga Tidur di Lorong, Kasatpol PP DKI: 35 Anggota Saya Meninggal Dalam Setahun!
-
Soroti Data Amburadul, DPRD DKI: Penataan Kampung Kumuh Jakarta Tak Tepat Sasaran!
-
PKS Mendadak Copot Khoirudin dari Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta, Ada Apa?
-
Bongkar Nasib Khoirudin Usai Tak Jabat Ketua DPRD DKI, PKS: Dapat Amanah Lebih Besar di DPP
-
SK DPP Bocor! PKS Bakal Copot Khoirudin, Suhud Alynudin Diusulkan Jadi Ketua DPRD DKI
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG