News / Nasional
Kamis, 18 Juni 2026 | 15:04 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Tito memastikan tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian di sejumlah daerah terdampak. [Antara]
Baca 10 detik
  • Mendagri menyatakan pembangunan hunian sementara bagi pengungsi bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah mencapai 97 persen.
  • Hasil evaluasi per 18 Juni 2026 menunjukkan seluruh warga terdampak bencana di wilayah tersebut kini tidak lagi tinggal di dalam tenda pengungsian.
  • Pemerintah kini memfokuskan upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur permanen berupa perbaikan jalan serta jembatan daerah yang sempat rusak akibat bencana.

Suara.com - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menyatakan sebagian besar pengungsi terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat kini telah menempati hunian sementara.

Kondisi tersebut membuat tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda pengungsian di sejumlah daerah terdampak.

Ketua Tim Pelaksana Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra itu mengatakan pembangunan hunian sementara atau huntara telah hampir sepenuhnya selesai.

"Huntara 97 persen sudah dibangun," kata Tito dalam konferensi pers usai rapat tim pengarah Satgas Rehab-Rekon Pascabencana Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Kamis (18/6/2026).

Tito mengaku terus melakukan pemantauan langsung kepada kepala daerah untuk memastikan kondisi pengungsi di lapangan. Hasil evaluasi terakhir menunjukkan tidak ada lagi warga terdampak yang tinggal di tenda di sejumlah daerah di Aceh.

"Kemarin saya pengecekan terakhir, rapat langsung hari Selasa yang lalu, satu-satu saya tanya bupati di Aceh apakah masih ada di tenda? Kalau Sumatra Barat enggak ada lagi, sudah lama, ya, sudah hampir dua bulan lalu, " ujarnya.

Ia mengatakan Sumatra Barat sudah lebih dulu menuntaskan penanganan pengungsi. Sementara di Sumatra Utara sempat muncul kembali pengungsian akibat banjir susulan di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, namun kini telah ditangani.

"Sumatra Utara juga tadinya sudah selesai, tapi banjir lagi di Kecamatan Tukka, di Tapteng, sehingga ada lagi tenda, tapi sekarang sudah diatasi," kata Tito.

Menurut Tito, laporan terbaru dari para kepala daerah menunjukkan pengungsi di Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang sudah tidak lagi tinggal di tenda.

Baca Juga: Satgas PRR Perkuat Mitigasi Bencana Susulan di Titik Rawan Wilayah Terdampak

"Laporan dari rapat itu, Selasa lalu, para bupati terutama Aceh Timur, kemudian di Aceh Utara menyatakan tidak ada lagi yang tinggal di tenda, termasuk Aceh Tamiang, enggak ada," ujarnya.

Meski demikian, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur permanen yang rusak akibat bencana.

Fokus utama saat ini adalah perbaikan jalan dan jembatan daerah yang belum sepenuhnya pulih.

"Jadi, tinggal prioritas kita ke depan yang paling utama adalah infrastruktur, memperpermanenkan infrastruktur, jalan, jembatan. Jembatan daerah, jalan daerah yang belum tersentuh, itu yang harus dikerjakan," kata Tito.

Load More