- Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp100,1 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat hingga 2028.
- Dana tersebut akan disalurkan secara bertahap selama tiga tahun kepada 33 kementerian dan lembaga yang terlibat dalam program pemulihan.
- Pemerintah daerah juga telah menerima dana Transfer ke Daerah sebesar Rp10,6 triliun untuk mempercepat perbaikan infrastruktur di wilayah terdampak.
Suara.com - Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp100,1 triliun untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga 2028. Anggaran tersebut telah mendapat persetujuan Presiden dan akan disalurkan secara bertahap selama tiga tahun.
Ketua Tim Pelaksana Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra sekaligus Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, keputusan itu menjadi modal penting untuk mempercepat pemulihan di tiga provinsi terdampak bencana.
"Presiden sudah mengeluarkan direktif menyetujui total anggaran selama tiga tahun, Rp100,1 triliun, yang terbagi menjadi tiga tahapan," kata Tito dalam konferensi pers usai rapat Tim Pengarah Satgas Rehab-Rekon Pascabencana Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Kamis (18/6/2026).
Tito merinci, pada 2026 pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp38,9 triliun, kemudian Rp32,9 triliun pada 2027, dan Rp28,2 triliun pada 2028.
Menurutnya, anggaran tersebut akan digunakan oleh 33 kementerian dan lembaga (K/L) yang terlibat dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi. Sebanyak 23 K/L menjadi pelaksana utama, sedangkan 10 K/L lainnya berperan sebagai pendukung.
"Ini meliputi 33 K/L. Dua puluh tiga kementerian/lembaga utama, seperti misalnya PU, Dikdasmen, Menteri Agama yang mengurusi tempat ibadah, madrasah, kemudian Kementerian Perhubungan, Pertanian," ujarnya.
Tito mengungkapkan, sebagian besar kementerian dan lembaga telah mengajukan pencairan anggaran kepada Kementerian Keuangan. Bahkan, lima kementerian dan lembaga telah menerima pencairan dana dan mulai menjalankan program pemulihan.
"Sebagian besar sudah mengajukan ke Kementerian Keuangan. Ada lima yang sudah dicairkan, artinya sudah ditransfer. Yang lainnya sedang berproses di Kementerian Keuangan," katanya.
Selain anggaran dari pemerintah pusat, pemerintah daerah juga telah menerima Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun yang diperintahkan langsung oleh Presiden untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Baca Juga: Kasatgas Tito: Pemulihan Pasca Bencana di Provinsi Aceh Terus Menunjukkan Kemajuan
"Daerah kan sudah mendapatkan Rp10,6 triliun. Dan sudah tuntas 5 Mei yang lalu saya cek semua tanda terimanya, tiga provinsi, seluruh kabupaten/kotanya itu mendapatkan TKD," kata Tito.
Ia berharap seluruh anggaran yang telah disiapkan pemerintah dapat segera dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan kembali infrastruktur dan fasilitas publik yang terdampak bencana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Bukan Sekadar Pertemuan Biasa, Ini Agenda Utama Prabowo Panggil Bos Himbara hingga Rosan ke Istana
-
Kabar Baik! 97 Persen Huntara Rampung, Pengungsi di Aceh-Sumbar Tak Lagi Tinggal di Tenda
-
PDIP Sindir Balik Jazilul PKB: Apa Anda Galau Ingin Adu Domba Kami dengan Pemerintah?
-
Kasus Hanania Travel: Awkarin Tunda Pemeriksaan Saksi dan Davina Karamoy Diperiksa Polisi
-
Jazilul Desak PDIP Tegas jadi Partai Oposisi atau Koalisi, Deddy Sitorus: Memangnya Dia Siapa?
-
Adu Dorong Polwan dan Massa Demo Terekam Video: Polisi Bantah Halangi Aksi
-
Polisi Periksa Davina Karamoy di Kasus Hanania Travel, Korban Tembus 1.286 Orang
-
Donald Trump: Kalau Iran Tak Bersikap Baik, Amerika Akan Jatuhkan Bom di Atas Kepala Mereka
-
Hotel Sultan Sudah Dieksekusi Negara, Akan Diubah Jadi Apa?
-
Lawan Politik Uang! PKB Bidik Ambang Batas hingga E-Voting di Revisi UU Pemilu