-
Sersan Israel Alexander Filin tewas akibat ledakan bom rakitan Hizbullah di Lebanon selatan.
-
Dua perwira tinggi militer berpangkat Kolonel dan Letnan Kolonel ikut terluka dalam insiden Sungai Litani.
-
Serangan ganda drone peledak terpisah melukai lima tentara Israel saat fajar membara di perbatasan.
Suara.com - Pasukan militer Israel kehilangan 1 personel dan menghadapi luka parah pada belasan tentara lainnya di wilayah Lebanon selatan. Sederet ledakan hantaman bom rakitan serta pesawat tanpa awak milik perlawanan Hizbullah menjadi pemicu utama jatuhnya korban tersebut.
Insiden mematikan ini berawal saat unit infanteri dari Divisi 36 dan Brigade Givati menggelar operasi darat di sekitar Sungai Litani. Sebuah bom rakitan tersembunyi mendadak meledak di tengah pergerakan mereka pada Rabu sore waktu setempat.
Sersan Kepala Alexander Filin yang berusia 29 tahun terkonfirmasi mengembuskan napas terakhir dalam penugasan tempur tersebut. Pemuda asal Haifa ini merupakan anggota aktif yang ditempatkan pada pos komando Divisi 36 militer Israel.
Gelombang ledakan hebat itu tidak hanya merenggut nyawa Filin, tetapi juga melukai 7 rekan 1 timnya. Tiga di antara korban luka merupakan perwira dan prajurit cadangan yang kini menderita cedera kategori sedang.
Korban yang mengalami luka tingkat menengah diidentifikasi sebagai Wakil Komandan Divisi 36 berpangkat Kolonel. Selain itu, Komandan Batalyon 556 yang memegang pangkat Letnan Kolonel turut menjadi korban dalam peristiwa ini.
Empat personel militer lainnya juga dilaporkan menderita luka ringan akibat sebaran serpihan material bom rakitan tersebut. Kelompok korban luka ringan ini terdiri atas 1 bintara tempur serta 3 tentara dari unit cadangan.
Satu di antara barisan tentara cadangan yang mengalami cedera ringan tersebut dipastikan merupakan seorang prajurit wanita. Pasukan Pertahanan Israel langsung meluncurkan tembakan artileri berat ke arah fasilitas yang dituduh sebagai sarang teror.
Pihak berwenang militer saat ini tengah menggelar investigasi menyeluruh guna mendalami kronologi kegagalan deteksi ranjau darat itu. Kepergian sang prajurit memicu gelombang duka mendalam bagi publik di wilayah asal korban.
"Mengekspresikan kesedihan yang mendalam atas berita kematian Filin dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga," kata Wali Kota Haifa Yona Yahav dikutip dari Jpost, jumat (19/6/2026)
Baca Juga: Iran dan AS Sepakat Damai, Komisi I DPR RI: Israel Jangan Jadi Provokator!
Di lokasi berbeda pada hari yang sama, badai serangan Hizbullah kembali menghantam formasi pertahanan pasukan Israel. Dua unit drone peledak dilaporkan berhasil menyusup dan melukai 5 tentara yang beroperasi di medan tempur.
Satu pesawat tanpa awak meledak tepat di samping armada tank milik Brigade Givati pada dini hari. Pecahan tajam dari bodi pesawat nirawak tersebut langsung melukai 4 prajurit yang berada di sekitar kendaraan baja.
Helikopter penyelamat segera diterbangkan ke lokasi konflik demi mengevakuasi para korban menuju rumah sakit terdekat. Tak berselang lama, drone peledak kedua kembali menghantam area tersebut dan melukai 1 tentara tambahan.
Kondisi medis 1 prajurit dinyatakan sangat kritis, sementara sisanya menderita kombinasi luka kategori sedang hingga ringan. Respons cepat kembali dilakukan militer Israel dengan mengguyur wilayah sekitar menggunakan tembakan artileri jarak jauh.
Peristiwa berdarah ini memperpanjang catatan kelam operasi militer Israel di sepanjang perbatasan wilayah Lebanon bagian selatan. Ketegangan geopolitik kedua pihak terus meruncing sejak perintah perluasan infiltrasi darat resmi diberlakukan tahun ini.
Kawasan sekitar Sungai Litani sejak lama menjadi garis batas krusial yang diperebutkan dalam peta pertempuran Timur Tengah. Kegagalan taktis menghadapi ranjau improvisasi dan drone murah kini menjadi tantangan berat bagi pergerakan infanteri Israel.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan