-
Serangan drone besar Ukraina membakar kilang minyak vital Moskow dan mengacaukan ratusan jadwal penerbangan.
-
Presiden Zelenskyy menegaskan serangan ke ibu kota Rusia bertujuan memaksa Vladimir Putin ke meja perundingan.
-
Krisis energi mulai mengancam Rusia ditandai dengan pembatasan pembelian BBM di berbagai wilayah.
Suara.com - Serangan drone besar-besaran Ukraina berhasil menghantam kilang minyak utama di Moskow untuk kedua kalinya dalam pekan ini. Gumpalan asap hitam pekat langsung membubung tinggi di atas langit ibu kota Rusia tersebut.
Insiden ini memicu kekacauan besar setelah lebih dari 500 jadwal penerbangan di empat bandara utama Moskow terpaksa ditunda atau dibatalkan. Serangan udara ini tercatat sebagai salah satu aksi paling masif sejak invasi Rusia bergulir empat tahun lalu.
Strategi militer Kyiv kini kian agresif dalam membidik fasilitas energi vital guna memutus aliran dana perang Kremlin. Dampaknya mulai terasa nyata dengan terjadinya kelangkaan bahan bakar di beberapa wilayah sekunder Rusia.
Aksi ofensif ini diluncurkan hanya beberapa jam setelah Presiden Volodymyr Zelenskyy menggalang koordinasi penting bersama para pemimpin dunia. Dukungan baru tersebut diperoleh pasca-pertemuan intensif dengan Presiden Amerika Serikat dan Prancis di forum G7.
Zelenskyy menegaskan bahwa gempuran udara ini merupakan bagian dari upaya memaksa Vladimir Putin agar bersedia maju ke meja perundingan.
“Jika Ukraina akan terbakar, Moskow Anda juga akan terbakar,” ujarnya, dikutip dari AP, Jumat (19/6/2026).
“Sudah waktunya untuk mengakhiri agresi, waktunya untuk mengakhiri perang ini.”
Serangan telak di ibu kota ini menjadi tamparan diplomatik berikutnya bagi reputasi pertahanan udara bentukan Vladimir Putin. Sebelumnya, drone Ukraina juga sempat menyasar kota kelahiran sang presiden di St. Petersburg saat forum ekonomi internasional berlangsung.
Ketika Moskow membara, Putin sendiri tengah berada di Kazan untuk menjamu para pemimpin regional Asia Tenggara (ASEAN). Upaya tersebut dilakukan guna memperkuat kemitraan ekonomi baru di tengah isolasi ketat yang diterapkan negara-negara Barat.
Baca Juga: Sorotan Tajam Piala Dunia 2026: Kontroversi Visa AS dan Bayang-Bayang Kesuksesan Rusia 2018
Media televisi yang dikontrol ketat oleh pemerintah Rusia tampak sangat membatasi porsi pemberitaan mengenai serangan di ibu kota. Sebaliknya, beberapa surat kabar pro-Kremlin memilih fokus memuji performa sistem pertahanan udara seraya mendesak penguatan tameng pertahanan.
Ketua parlemen majelis rendah Rusia, Vyacheslav Volodin, mengeluarkan ancaman balasan yang jauh lebih mematikan ke wilayah Ukraina.
“Tindakan mereka akan mengarah pada tindakan balasan kami dan meluncurkan pukulan yang lebih keras, dengan senjata yang lebih kuat,” tegas Volodin.
Tekanan internal dari kelompok garis keras Rusia kini semakin menguat agar Kremlin segera mengambil langkah militer ekstrem. Salah satu tokoh nasionalis, Konstantin Malofeyev, melayangkan kritik tajam karena menilai militer Rusia bertempur terlalu lunak.
“Perang berarti kemenangan dengan cara apa pun,” tulis Malofeyev.
“Senjata nuklir yang diciptakan dan ditimbun oleh leluhur kita saat memobilisasi seluruh kekuatan negara justru untuk tujuan ini –- untuk menang.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
-
Tak Cukup Dipenjara, Migrant Watch Desak Mafia TPPO Dimiskinkan Lewat Jerat TPPU
-
Survei LPI: Jokowi Jadi Magnet Dongkrak Citra Positif PSI
-
Audiensi Buntu, BEM DIY Sebut DPR Tak Lagi Representasi Rakyat
-
Dukung MBG, Relawan di DIY Ajak Masyarakat Kawal Program: Harus Transparan dan Antikorupsi
-
ART Disiksa di Johor, Majikan Nakal Malaysia Terlalu Dimanjakan
-
Sandiwara Berdarah di Menteng, Komisaris Wanita Rekayasa Perampokan Demi Habisi Dirut
-
Cerita Rampok 500 Gram Emas Rekayasa! Rekan Bisnis di Menteng Siksa dan Tusuk Korban karena Dendam
-
Kantor Imigrasi Denpasar Digeledah KPK, Buntut Skandal Eks Wamen Silmy Karim
-
Ribuan Jemaah Serbu Monas untuk Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi