- Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mendorong Polri memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan efektivitas pengungkapan berbagai kasus tindak kriminal.
- Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam proses penyelidikan diyakini mampu menuntaskan kasus kejahatan lama melalui analisis data secara presisi.
- Polri perlu menguasai teknologi digital guna menghadapi kejahatan siber serta mempererat hubungan dengan masyarakat di ruang digital.
Suara.com - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mendorong Polri memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk memperkuat pengungkapan kasus kriminal.
Menurutnya, teknologi tersebut bahkan dapat membantu mengungkap kejahatan yang terjadi puluhan tahun lalu.
Rachmat mengatakan kemampuan AI dalam mengolah, mengumpulkan, dan menganalisis data dalam jumlah besar dapat menjadi instrumen penting bagi aparat penegak hukum dalam memperkuat proses penyelidikan dan penyidikan.
"Saya contohkan ada di negara lain bahwa kejahatan yang sudah dilakukan 20 tahun yang lalu, dengan bantuan data, penguatan data, pengumpulan data, dan kecerdasan buatan maka kejahatan itu bisa terungkap dengan baik dan tepat dengan presisi," ungkap Rachmat usai menjadi narasumber pada Seminar Sekolah Lemdiklat Polri di Bandung Barat, Jumat (19/6/2026).
Menurut Rachmat, pemanfaatan AI tidak hanya berguna untuk mengungkap tindak kejahatan, tetapi juga dapat dimaksimalkan dalam pengembangan pendidikan dan penelitian di lingkungan Polri.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi juga menyimpan risiko apabila digunakan secara tidak bertanggung jawab. Karena itu, aparat kepolisian dituntut memahami sekaligus mengawasi penggunaan AI agar tidak dimanfaatkan untuk tujuan yang melanggar hukum.
"Nah, polisi harus tahu kapan AI digunakan dengan baik dan kapan digunakan untuk kegiatan yang tidak baik," ujarnya.
Rachmat menilai Polri harus berada di garis terdepan dalam memahami perkembangan teknologi digital. Dengan begitu, institusi kepolisian dapat lebih siap menghadapi berbagai bentuk kejahatan baru yang memanfaatkan teknologi sebagai sarana maupun alat kejahatan.
"Karena itu, polisi harus menjadi pelopor, menjadi ujung tombak bagi perkembangan AI di Indonesia," katanya.
Baca Juga: Bantah Represif! Ini Alasan Polda Metro Tangkap Roy Suryo dan dr Tifa
Selain untuk penegakan hukum, Rachmat menilai pemanfaatan AI dan internet juga dapat memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat. Pasalnya, sebagian besar aktivitas sosial masyarakat kini berlangsung di ruang digital.
Berdasarkan data yang dimilikinya, lebih dari 230 juta penduduk Indonesia telah terhubung ke internet. Kondisi tersebut membuat pemahaman terhadap perilaku masyarakat di ruang digital menjadi semakin penting bagi aparat kepolisian.
Menurut dia, polisi yang memahami karakter dan kondisi masyarakat hingga tingkat paling bawah akan lebih mudah membangun kepercayaan publik.
"Kalau polisi tahu masyarakat sekitarnya, kondisi masyarakat yang di lingkungan terbawah, maka polisi itu pasti lebih dekat dengan hati masyarakat," pungkas Rachmat. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis