News / Nasional
Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB
Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menggiring istri Frans Antoni yang berinisial PN ke dalam Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (19/6/2026). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)
Baca 10 detik
  • Dittipidnarkoba Bareskrim Polri akan memeriksa istri Frans Antoni berinisial PN terkait penyelidikan jaringan narkoba internasional Fredy Pratama.
  • Frans Antoni, pengendali keuangan jaringan Fredy Pratama, ditangkap tim delegasi Polri di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, pada Kamis (18/6).
  • Frans Antoni sebelumnya melarikan diri di Thailand selama dua tahun dengan bantuan jaringan Fredy Pratama sebelum ditangkap di Malaysia.

Suara.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri akan memeriksa istri Frans Antoni yang berinisial PN untuk mendalami jaringan gembong narkoba internasional Fredy Pratama.

Frans Antoni adalah pengendali keuangan jaringan Fredy Pratama yang ditangkap pada Kamis (18/6) setelah buron sejak tahun 2023.

Pasti kami periksa, ya, masih berkembang. Nanti seminggu atau dua minggu ada perkembangan baru, kami akan rilis tentang kelanjutan perkara ini,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa PN selama ini menemani Frans dalam pelarian di Thailand hingga akhirnya keduanya ditangkap bersama di Malaysia.

“Istrinya selama ini mendampingi pelariannya dia (Frans),” ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Sementara itu, terkait Frans, Eko menjelaskan bahwa tersangka itu hidup berpindah-pindah tempat di Thailand selama melarikan diri.

Tersangka itu sempat tinggal di Phattanakan, Bangkok, hingga pada akhirnya menetap di daerah Narasiri, Bangkok selama hampir dua tahun.

“Phatthanakan ini merupakan daerah cukup elit di Kota Bangkok, Thailand,” ujarnya.

Dalam pelariannya di Thailand, Frans dibantu oleh orang-orang suruhan dari jaringan Fredy Pratama yang merupakan warga negara Thailand.

Baca Juga: Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan

Adapun penangkapan Frans berlangsung pada Kamis (18/6) di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, pada pukul 07.30 waktu setempat.

Pada saat memasuki wilayah Malaysia secara ilegal, Frans juga dibantu oleh orang-orang suruhan Fredy Pratama sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh tim delegasi Polri yang terdiri atas Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.

Diketahui, Fredy Pratama adalah warga negara Indonesia yang menjadi gembong narkotika jaringan internasional.

Berdasarkan data perlintasan imigrasi, Fredy telah meninggalkan Indonesia sejak 2014 dan terus mengendalikan jaringannya dari Malaysia, Thailand, dan negara sekitarnya.

Load More