- Kementerian Kesehatan Israel melaporkan satu lagi warga suspek Ebola usai kembali dari Republik Demokratik Kongo pada Senin.
- Pasien mengalami gejala demam dan diare sehingga kini diisolasi di Sheba Tel Hashomer Medical Center untuk pemeriksaan.
- Hasil tes laboratorium sedang diproses untuk memastikan status infeksi pasien setelah laporan suspek serupa muncul sehari sebelumnya.
Suara.com - Kementerian Kesehatan Israel melaporkan satu lagi kasus suspek Ebola yang melibatkan seorang warga yang baru kembali dari Republik Demokratik Kongo (DRC). Kasus ini menjadi dugaan kedua yang diumumkan dalam dua hari terakhir.
Mengutip Sputnik, Senin (22/6), pasien tersebut mencari pertolongan medis setelah mengalami gejala berupa demam, sakit kepala, dan diare, dua hari setelah kembali ke Israel dari DRC.
"Seorang warga yang kembali ke Israel dari DRC dua hari lalu mencari perawatan medis setelah mengalami demam, sakit kepala, dan diare," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Israel.
Kementerian menjelaskan bahwa kasus tersebut masih berstatus dugaan. Sampel pasien saat ini masih menjalani pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah terinfeksi virus Ebola. Hasil tes diperkirakan akan keluar dalam beberapa hari ke depan.
Sebagai langkah pencegahan, pasien telah ditempatkan di ruang isolasi sesuai protokol penanganan penyakit menular berbahaya. Ia kini dirawat dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Sheba Tel Hashomer Medical Center, rumah sakit rujukan di Israel untuk penanganan kasus penyakit infeksi berisiko tinggi.
Laporan ini muncul sehari setelah Israel mengumumkan kasus suspek Ebola pertama.
Sementara itu, pada Mei lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan wabah Ebola yang terjadi di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan dengan potensi penyebaran lintas negara.
WHO menilai risiko penyebaran wabah Ebola di kawasan tersebut masih berada pada tingkat tinggi sehingga diperlukan pengawasan ketat serta respons cepat dari otoritas kesehatan.
Baca Juga: Amerika Larang Warganya yang Terjangkit Ebola Pulang, Dibiarkan di Kenya Karena Takut Menyebar
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Jakarta Fair 2026 Tembus 1,5 Juta Pengunjung, Sekda DKI Optimistis Ekonomi Jakarta Tetap Kuat
-
Surat Cinta Siswi SD di Nias Utara untuk Prabowo: Bisa Menabung Berkat MBG
-
Sambil Berseru Allahuakbar, Roy Suryo Tinggalkan RS Polri Menuju Polda Metro Jaya
-
Prakiraan Cuaca di Kota-kota Besar Hari Ini: Bandung dan Bandar Lampung Hujan Lebat
-
BPBD dan Dinkes Antisipasi Dampak Asap Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang
-
Kebakaran Hebat Pabrik Sandal di Tanah Tinggi Tangerang, Asap Pekat Selimuti Langit Malam
-
Pesta Ulang Tahun Jakarta: Untuk Siapa Gemerlap Itu Bersinar?
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel