- Ketua Harian PSI Ahmad Ali menyatakan terdapat sepuluh kader dari berbagai partai politik bergabung ke dalam PSI.
- Langkah perekrutan tersebut dilakukan untuk memperkuat daya tarik partai dan meningkatkan elektabilitas menjelang Pemilu 2029 mendatang.
- Pengamat politik menilai strategi tersebut justru mencerminkan kegagalan kaderisasi internal serta krisis figur di tubuh PSI.
Suara.com - Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengungkapkan bahwa lebih dari 10 kader dari berbagai partai politik akan bergabung ke PSI. Pernyataan itu dinilai sebagai upaya menunjukkan daya tarik partai berlambang mawar tersebut di tengah persaingan politik nasional.
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai pengakuan Ahmad Ali memperlihatkan kebanggaan PSI karena mampu menarik kader dari partai lain. Menurutnya, PSI ingin membangun kesan sebagai partai yang lebih menarik, terbuka, dan memiliki masa depan yang menjanjikan.
"Pengakuan Ahmad Ali itu menunjukkan rasa bangganya PSI mampu membajak kader partai lain. Ahmad Ali ingin menunjukkan seolah PSI sebagai partai yang lebih menarik, terbuka, dan memiliki masa depan lebih baik," kata Jamiluddin kepada Suara.com, Senin (22/6/2026).
Namun, Jamiluddin berpandangan di balik kebanggaan tersebut justru tersimpan persoalan internal partai. Ia menilai langkah merekrut kader dari luar mengindikasikan kegagalan kaderisasi sekaligus adanya krisis figur di tubuh PSI.
Bahkan, menurutnya, krisis figur tersebut turut menyentuh posisi ketua umum partai. Ia menyinggung penunjukan Ahmad Ali sebagai Ketua Harian DPP PSI yang lazimnya dilakukan ketika ketua umum memiliki kesibukan tinggi.
"Biasanya Ketua Harian ditunjuk bila Ketua Umumnya sibuk. Namun Kaesang Pangarep tidak termasuk kategori tersebut," ujarnya.
Jamiluddin menilai PSI tampaknya belum yakin figur-figur yang dimiliki saat ini mampu mendongkrak elektabilitas partai menjelang Pemilu 2029. Karena itu, PSI memilih jalan pragmatis dengan merekrut kader yang telah memiliki pengalaman politik dan jaringan pendukung.
Menurut dia, strategi tersebut memungkinkan PSI memperoleh tokoh yang sudah memiliki modal sosial, popularitas, dan basis pendukung tanpa harus mengeluarkan biaya besar serta waktu panjang untuk membangun kader dari awal.
Meski demikian, Jamiluddin meragukan efektivitas strategi tersebut. Ia menilai sebagian besar tokoh yang bergabung ke PSI bukan figur dengan pengaruh elektoral yang kuat. Dari sejumlah nama yang telah masuk, hanya sedikit yang dinilainya memiliki daya tarik politik di atas rata-rata.
Baca Juga: Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader
"Kalau PSI mengandalkan kader hasil bajakan untuk bisa masuk Senayan pada Pileg 2029, tampaknya akan gigit jari. PSI akan tetap jadi partai gurem dan hanya bisa bermimpi seolah-olah sudah di Senayan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Kronologi Bus Transjakarta Tabrak Pembatas Beton di Cikoko, Tak Ada Penumpang di Dalamnya
-
Jakarta Fair 2026 Tembus 1,5 Juta Pengunjung, Sekda DKI Optimistis Ekonomi Jakarta Tetap Kuat
-
Israel Laporkan Kasus Suspek Ebola Kedua, Pasien Baru Pulang dari Kongo
-
Surat Cinta Siswi SD di Nias Utara untuk Prabowo: Bisa Menabung Berkat MBG
-
Sambil Berseru Allahuakbar, Roy Suryo Tinggalkan RS Polri Menuju Polda Metro Jaya
-
Prakiraan Cuaca di Kota-kota Besar Hari Ini: Bandung dan Bandar Lampung Hujan Lebat
-
BPBD dan Dinkes Antisipasi Dampak Asap Kebakaran Pabrik Sandal di Tangerang
-
Kebakaran Hebat Pabrik Sandal di Tanah Tinggi Tangerang, Asap Pekat Selimuti Langit Malam
-
Pesta Ulang Tahun Jakarta: Untuk Siapa Gemerlap Itu Bersinar?
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz