- Cak Imin mengkritik kepemimpinan PBNU saat ini sebagai periode paling mundur menjelang Muktamar ke-35 pada Agustus 2026.
- Cak Imin menyoroti keterlibatan PBNU dalam politik praktis yang dianggap menyimpang dari fungsi organisasi sebagai wadah kultural pemersatu.
- Ia mendesak perbaikan manajemen organisasi dengan memastikan PBNU bersih dari politisi aktif demi menjaga marwah Nahdlatul Ulama.
Suara.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, melontarkan kritik tajam terhadap kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat ini.
Menjelang Muktamar ke-35 yang dijadwalkan pada Agustus 2026, Cak Imin menyebut kepemimpinan PBNU periode ini sebagai yang paling mundur dan gagal sepanjang sejarah organisasi tersebut.
Pernyataan keras tersebut disampaikan Cak Imin melalui unggahan di akun X pribadinya pada Minggu (21/6/2026) dan dipertegas dalam kembali ketika ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Ia menyoroti adanya pergeseran nilai di tubuh PBNU yang dinilainya mulai terjebak dalam kepentingan politik praktis.
"Ini ngomong jujur ya, PBNU periode ini adalah PBNU yang paling mundur dibanding yang lain. Itu keprihatinan semua pihak, tapi hanya Muhaimin yang berani ngomong," ujar Cak Imin.
Cak Imin menekankan bahwa esensi dasar Nahdlatul Ulama adalah organisasi kultural yang berfungsi sebagai pemersatu bangsa, bukan panggung kompetisi politik yang penuh ketegangan.
Sebagai kader yang besar di lingkungan NU, Cak Imin menyatakan bahwa kritik pedasnya ini didasari oleh rasa tanggung jawab dan kecintaan terhadap organisasi.
Ia menginginkan adanya perubahan manajemen secara menyeluruh agar marwah NU tetap terjaga.
"Saya sebagai kader NU tidak ingin ada kemunduran di dalam pengelolaan PBNU. Ini sebagai rasa cinta saya agar terjadi perubahan manajemen menyeluruh. Supaya disadari ada perbaikan," jelasnya.
Baca Juga: Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
Salah satu solusi konkret yang ditawarkan Cak Imin adalah memastikan PBNU bersih dari politisi aktif.
"Saya ngomong bukan karena saya politisi, bukan. Karena saya adalah kader yang ingin ikut bertanggung jawab. Bertanggung jawab memperbaiki, sehingga salah satu formulanya PBNU bersih dari politisi. Politisi NU silakan masuk partai, gitu," katanya.
Ia menilai aturan mengenai hal tersebut sebenarnya sudah ada dalam internal organisasi, namun yang menjadi masalah utama adalah rendahnya ketegasan dalam implementasi aturan tersebut.
Sebetulnya aturannya ada, cuman ketegasan sikap (yang kurang).
Sebelumnya, Cak Imin, mengeluarkan pernyataan tegas terkait dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 yang akan digelar pada Agustus 2026 mendatang.
Melalui unggahan di akun X pribadinya pada Minggu (21/6/2026), ia menekankan pentingnya menjaga marwah NU sebagai organisasi kultural yang mengedepankan persatuan, bukan sebagai panggung kompetisi politik yang penuh ketegangan.
Berita Terkait
-
Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Gus Miftah Masuk Radar Pemimpin Masa Depan PBNU
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Cak Imin: Penerima Bansos yang Main Judi Online Langsung Dicoret
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek