- Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa membantah pelemahan fungsi pengawasan parlemen akibat dominasi partai koalisi pemerintah di Senayan.
- Saan menegaskan bahwa mekanisme pengawasan DPR tetap berjalan aktif dalam mengkritisi kebijakan serta merespons berbagai keluhan masyarakat.
- Evaluasi DPR terhadap program Makan Bergizi Gratis berhasil mendorong pemerintah melakukan pembenahan tata kelola dan penghematan anggaran besar.
Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa membantah anggapan bahwa fungsi pengawasan parlemen melemah karena mayoritas partai politik di Senayan berada dalam barisan pendukung pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan Saan merespons klaim PDI Perjuangan (PDIP) yang menyebut dirinya perlu berada di luar pemerintahan sebagai kekuatan penyeimbang lantaran mayoritas kursi DPR dikuasai partai koalisi.
Menurut Saan, mekanisme check and balances di DPR tetap berjalan. Seluruh komisi, kata dia, masih aktif mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai bermasalah maupun menuai keluhan dari masyarakat.
"Check and balances kan tetap jalan ya. Terkait dengan keluhan-keluhan masyarakat, kebijakan, dan program pemerintah, itu di komisi-komisi terkait tetap disikapi dan dikritisi," ujar Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Politikus Partai NasDem itu menilai pemerintah juga cukup terbuka terhadap berbagai masukan dan hasil pengawasan yang disampaikan DPR.
Sebagai contoh, Saan menyinggung evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, persoalan yang sempat mencuat dalam pelaksanaan program tersebut justru mendorong pemerintah melakukan pembenahan menyeluruh.
"Seperti Jumat yang lalu misalnya, ketika DPR menerima mahasiswa, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan bahwa mereka sedang melakukan penataan kembali terkait tata kelola MBG. Banyak sekali yang diperbaiki dan disempurnakan, mulai dari teknis, penertiban, moratorium, hingga efisiensi," jelasnya.
Dari proses evaluasi itu, lanjut Saan, pemerintah bahkan berpotensi melakukan penghematan anggaran dalam jumlah besar.
"Kepala BGN menyampaikan ada penghematan sekitar Rp70 triliun dari proses penataan ulang tersebut," ungkapnya.
Baca Juga: Tanggapi Posisi Politik PDIP, AHY Singgung Pengalaman Demokrat Pernah Jadi Oposisi
Saan menegaskan DPR tetap menjadi saluran bagi berbagai aspirasi publik, termasuk kritik dari kalangan mahasiswa maupun kelompok masyarakat lainnya terhadap kebijakan pemerintah.
"Jadi menurut saya, dalam hal ini DPR tetap sudah menjalankan fungsi-fungsi sebagai lembaga yang merepresentasikan kepentingan publik. Itu tetap kita jalankan," katanya.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus menegaskan partainya memilih berada di luar pemerintahan sebagai penyeimbang kekuasaan karena mayoritas partai di DPR telah bergabung dalam koalisi pemerintah.
"Posisi PDI Perjuangan sudah tegas, berada di luar pemerintahan dan menjadi penyeimbang kekuasaan. Kenapa perlu menjadi penyeimbang? Karena mayoritas DPR sudah dikuasai oleh partai-partai yang masuk dalam pemerintahan. Kurang terang benderang apa urusan ini bagi dia?" ujar Deddy.
Pernyataan Deddy itu sekaligus merespons Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid yang sebelumnya menilai sikap politik PDIP masih "abu-abu" dan membingungkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi