News / Nasional
Senin, 22 Juni 2026 | 17:00 WIB
Waketum PKB Jazilul Fawaid sindir embusan wacana Prabowo-Gibran 2 Periode yang diembuskan Presiden ketujuh Jokowi. [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menanggapi dingin isu arahan Jokowi kepada PSI terkait wacana dua periode Prabowo-Gibran.
  • Jazilul di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (22/6/2026), menilai wacana tersebut sangat tidak relevan dan terlalu dini untuk dibahas.
  • Ia menegaskan prioritas pemerintah saat ini adalah menuntaskan janji kampanye dan memastikan target program kerja berjalan sukses.

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid, menanggapi dingin munculnya isu arahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk mengawal kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka hingga dua periode.

Jazilul Fawaid menilai, pembicaraan mengenai periode kedua saat ini sangat tidak relevan dan terlalu dini.

Ia menggunakan istilah Jawa "kemajon" untuk menggambarkan wacana yang dianggapnya melompati fokus utama kekinian.

"Fokus kita adalah mensukseskan Pak Prabowo. Kalau ada yang mau dua periode atau pikiran-pikiran lain di luar itu, saya justru melihatnya akan membuat hambatan-hambatan di pendapat publik. Kalau berpikir dua periode, saya pikir kemajon (terlalu jauh/terlalu cepat)," ujar Jazilul di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).

Menurut Jazilul, prioritas utama pemerintah dan partai koalisi saat ini seharusnya adalah memastikan program-program yang telah dicanangkan bisa mencapai target.

Ia menekankan, bahwa publik saat ini tidak menunggu isu periodesasi, melainkan pembuktian dari janji-janji kampanye.

"Publik itu menginginkan hari ini apa yang menjadi program hari ini tercapai targetnya. Masyarakat ingin periode yang sedang berjalan ini semua tuntas, apa yang menjadi program, janji-janji di dalam kampanye kemarin," tegasnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Gus Jazil ini mengaku heran dengan munculnya isu tersebut di saat pemerintahan baru saja akan memulai langkahnya.

Ia mengibaratkan munculnya wacana dua periode ini seperti "tidak ada angin, tidak ada hujan".

Baca Juga: 'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur

"Itu gak ada angin gak ada hujan kok bicara soal dua periode," katanya.

"Saya nggak mengerti itu urusan siapa yang menyampaikan. Tetapi maksud saya, pemerintah dan masyarakat hari ini ingin pemerintah bisa menyuguhkan kesejahteraan dan kemajuan ekonomi untuk rakyat. Saya pikir itu yang menjadi prioritas," pungkasnya.

Load More