News / Nasional
Selasa, 23 Juni 2026 | 14:48 WIB
Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak boleh ada lagi daerah di Indonesia yang tertinggal hanya karena minimnya akses jalan. [Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo meresmikan 1.151 kilometer jalan daerah di Sampang, Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026.
  • Pembangunan infrastruktur tersebut bertujuan meningkatkan konektivitas antarwilayah serta menekan biaya logistik nasional bagi seluruh masyarakat Indonesia.
  • Jaringan jalan yang baik menjadi strategi utama pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional ke depan.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak boleh ada lagi daerah di Indonesia yang tertinggal hanya karena minimnya akses jalan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan menjadi kunci pemerataan pembangunan sekaligus strategi memperkuat ketahanan nasional.

Komitmen itu disampaikan Prabowo saat meresmikan 1.151 kilometer jalan yang dibangun melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Peresmian dipusatkan di Ruas Kedungdung–Bringkoning, Desa Lar Lar, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

“Kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kita,” ujar Prabowo.

Pr ketersediaan jalan yang memadai akan memperkuat konektivitas antardaerah, terutama antara pusat produksi dengan kawasan permukiman esiden Prabowo Subianto meresmikan 1.151 kilometer jalan yang dibangun melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). [Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]

Menurut Prabowo, ketersediaan jalan yang memadai akan memperkuat konektivitas antardaerah, terutama antara pusat produksi dengan kawasan permukiman. Dengan demikian, biaya transportasi dan logistik nasional dapat ditekan.

“Indonesia adalah negara sangat besar, dengan wilayah yang sangat luas, dengan kondisi geografis yang berbeda-beda. Biaya angkut akan menjadi lebih murah kalau jalan-jalan cukup, kalau ada konektivitas di antara semua pusat-pusat produksi dan tempat-tempat pemukiman,” katanya.

Prabowo menekankan, keberadaan jalan yang baik tidak semata-mata untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Lebih dari itu, infrastruktur jalan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan dan energi nasional.

“Jalan yang baik adalah bagian dari strategi ketahanan kita. Swasembada pangan tidak hanya soal benih, pupuk, irigasi. Swasembada energi tidak hanya soal energi. Ini juga adalah hasil jaringan distribusi yang lancar dan baik. Energi harus dapat menjangkau masyarakat dari kawasan-kawasan produktif,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh pemerintah daerah menjaga dan memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun secara optimal. Prabowo memastikan pemerintah pusat akan terus memperbesar dukungan pembangunan infrastruktur hingga ke tingkat desa.

Baca Juga: Jokowi Siap Hadir Tunjukan Ijazah di Persidangan Roy Suryo dan dr Tifa

Prabowo juga menilai kualitas jalan yang telah dibangun cukup baik. Namun, ia mengingatkan agar setiap penggunaan anggaran negara dilakukan secara akuntabel dan bertanggung jawab.

“Ini harus dipertahankan. Semua pengeluaran uang rakyat harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Load More