News / Nasional
Senin, 22 Juni 2026 | 19:21 WIB
Hotel Sultan. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Pemerintah memutuskan untuk merobohkan Hotel Sultan di kawasan Blok 15 GBK setelah berhasil mengambil alih aset tersebut.
  • CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan lahan strategis itu akan dikembangkan menjadi ikon serta pusat ekonomi baru nasional.
  • Kawasan tersebut rencananya dikelola oleh BUMN dengan konsep wisata olahraga berstandar internasional untuk meningkatkan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Suara.com - Pemerintah memastikan Hotel Sultan di kawasan Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, akan dirobohkan setelah aset tersebut diambil alih negara. Di atas lahan strategis itu, pemerintah berencana membangun kawasan yang digadang-gadang menjadi ikon baru Indonesia.

Kepastian tersebut disampaikan CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, usai pemerintah mengeksekusi dan mengambil alih pengelolaan Blok 15 GBK.

"Saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan tapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru ya. Eventually iya," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (22/6/2026).

Saat ditanya kembali mengenai nasib Hotel Sultan, Rosan menegaskan bahwa bangunan tersebut memang akan dibongkar.

"Eventually iya, gitu ya," katanya.

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani. [Suara.com/Novian]

Rosan mengatakan, kawasan eks Hotel Sultan nantinya akan dikelola Danantara melalui badan usaha milik negara (BUMN), di antaranya PT InJourney atau The Meru.

"Ya tentunya pengelolaannya kita akan pakai bisa Injourney, Meru, dan kan Meru juga sangat-sangat baik ya. Mungkin itu rencananya," ujarnya.

Menurut Rosan, Presiden Prabowo Subianto menginginkan kawasan tersebut tidak hanya menjadi kompleks perhotelan, tetapi berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang memberi dampak luas bagi masyarakat.

"Pesan Bapak Presiden ini dijadikan ikon baru untuk Indonesia sehingga perencanaannya tuh harus dilakukan secara komprehensif dan memberikan dampak yang nyata kepada perekonomian dan juga yang paling penting kepada rakyat Indonesia," ungkapnya.

Baca Juga: Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!

Ia juga membuka kemungkinan kawasan itu dikembangkan dengan konsep sport tourism yang terintegrasi dengan kawasan GBK. Seluruh fasilitas, kata Rosan, akan ditingkatkan agar memenuhi standar internasional.

"Ini mungkin saya masih terlalu early ya untuk menyampaikan ini tapi tentu semuanya ada karena memang itu adalah sport. Jadi memang akan GBK ya tetep ada GBK-nya, tetapi semuanya akan kita tingkatkan, kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard sehingga ini juga bisa memberikan satu sentral ekonomi baru di Jakarta," beber Rosan.

Rosan menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata baru. Namun, pengembangannya harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek transportasi, aksesibilitas, hingga kenyamanan pengunjung.

"Nah itu semua kan harus dilihat secara keseluruhan. Jadi itu akan diidentifikasikan nanti rencananya destinasi-destinasi baru untuk pariwisata yang tentunya Danantara bisa berperan aktif juga," pungkasnya.

Load More