- Taufik Hidayat menyekap dan menyiksa kekasihnya berinisial YTR di Bandung selama tiga tahun hingga kondisi korban kritis.
- Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mendesak aparat hukum memberikan sanksi berat atas tindakan keji tersebut.
- Komisi VIII DPR RI berencana memanggil KPPPA untuk membahas langkah penanganan komprehensif terkait maraknya kasus kekerasan seksual tersebut.
Suara.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengecam keras kasus penculikan, penyekapan, dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR di Bandung.
Korban diduga disekap dan dianiaya selama tiga tahun oleh kekasihnya, Taufik Hidayat (30), hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi kritis.
Wachid menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kasus kekerasan fisik dan seksual yang terjadi belakangan ini. Ia menilai tindakan pelaku terhadap korban sudah melampaui batas kemanusiaan.
“Saya sangat prihatin. Ini kasus yang biadab banget. Pelakunya benar-benar sudah tidak punya moral dan tidak manusiawi lagi. Saya minta aparat penegak hukum memberikan sanksi yang seberat-beratnya,” ujar Wachid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Ia mengaku terkejut bagaimana tindakan keji tersebut bisa berlangsung selama tiga tahun tanpa terungkap. Menurutnya, hal ini menjadi alarm serius agar aparat dan masyarakat lebih waspada terhadap kasus kekerasan dalam relasi personal.
Wachid menegaskan, jika tidak ada penindakan tegas, kasus serupa berpotensi kembali terulang.
Menanggapi kasus tersebut, Komisi VIII DPR RI yang membidangi perlindungan perempuan dan anak berencana memanggil Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) untuk meminta penjelasan dan langkah penanganan.
“Kami akan segera panggil KPPPA, Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak. Ini penting karena kasus kekerasan seperti ini terus muncul. Kami juga meminta Komisi III mendorong kepolisian mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya,” tegasnya.
Selain luka fisik yang dialami korban, Wachid juga menyoroti dampak psikologis yang sangat berat akibat penyekapan selama tiga tahun tersebut. Ia menilai trauma korban kemungkinan besar sangat mendalam dan berkepanjangan.
Baca Juga: DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian
“Ini tidak hanya fisik yang rusak, tapi mentalnya juga hancur. Kasihan sekali korbannya,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia juga meminta agar kondisi kejiwaan pelaku turut diperiksa untuk mengetahui motif di balik tindakan tersebut.
“Pelakunya juga harus dicek mentalnya. Orang yang sanggup melakukan hal sekeji itu sudah pasti mentalnya tidak baik,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Polisi Buru 2 Otak Perusakan Kabel Optik Pademangan, Dibayar Rp1 Juta untuk Jegal Pesaing
-
Geger Pistol dan CD Porno di Sekolah Harapan Ibu: 580 Siswa PJJ; Yayasan Lapor KPAI dan DPR
-
3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
-
Promo Indomaret Terbaru Hari Ini 9 Agustus 2026, Susu dan Perlengkapan Balita Diskon Besar
-
6 Skin Tint yang Cocok untuk Kulit Kering dan Dehidrasi, Hasil Makeup Lebih Nyatu
-
Alur Gila 'The Scarecrow': Trauma Lama, Pembunuh Berantai dan Misteri Gelap
-
Jorge Messi Wafat, Lionel Messi Pimpin Prosesi Perpisahan dengan Penjagaan Ketat
-
5 Fakta Mengejutkan Temuan 995 Senjata dan CD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
-
Kata-kata Ole Romeny Usai Cetak Gol, Pelatih PSV Dibuat Naik Pitam
-
Mengenal Kerajinan 'Anam Kepang', Esensi Edukatif yang Mati Ditelan Zaman